Objek Wisata Sejarah Museum Buleleng perlu Penataan

97
Kondisi Museum Buleleng 

Singaraja (Bisnis Bali) – Buleleng terdapat berbagai objek wisata menarik yang bisa dijadikan alternatif berwisata ke Bali. Salah satunya adalah Museum Buleleng yang terletak di lingkungan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja. Museum Buleleng yang didirikan pada 30 Maret 2002 bertepatan juga pada HUT Kota Singaraja di mana tersimpan koleksi-koleksi benda-benda peninggalan purbakala seperti sarkofagus, patung, senjata dan lainnya. Selain itu terdapat benda-benda seni seperti lukisan, kain-kain, kerajinan emas dan perak serta berbagai benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bali Utara seperti alat pertanian dan alat nelayan.

Museum Buleleng menyimpan berbagai  koleksi-koleksi purbakala seperti patung, sarkofagus, senjata dan juga peninggalan lainnya. Museum ini berdiri atas gagasan dari seorang budayawan dan juga seorang seniman yang tergabung di Yayasan Pelestarian Warisan Budaya Bali Utara. Hingga kini keberadaan Museum Buleleng masih menjadi pilihan berwisata oleh sebagian wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Buleleng.

Menurut penanggung jawab di Museum Buleleng, I Made Parwija, Jumat (7/10) mengatakan, museum ini terbuka untuk masyarakat umum dan juga wisatawan asing untuk berkunjung. Selain itu pihaknya memberikan kesempatan khususnya kepada masyarakat Buleleng yang ingin menyumbangkan barang koleksi pribadinya atau ikut berpartisipasi dalam menambah jumlah koleksi museum dan mengembangkannya.

Dengan harapan bukan hanya masyarakat Bali Utara saja yang lebih mengerti tentang sejarah Bali Utara tetapi juga seluruh rakyat Bali. Museum Buleleng selain menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah juga menjadi media pembelajaran bagi siswa khususnya mengenai ilmu sejarah dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

Ia mengatakan, museum ini selalu dikunjungi wisatawan asing seperti Belanda, Australia dan Jerman. Melihat kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan hingga 50 persen apalagi memasuki high season pada Juli – Agustus dengan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 40 hingga 50 orang pihaknya berharap adanya penataan lebih lanjut untuk menata Museum Buleleng ini.

Ia mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih ingin terus menambah koleksi benda benda bersejarah dengan menelusuri di beberapa wilayah di pedalaman seperti  Bali Aga. “Kita masih banyak benda-benda yang belum kita ambil, akan tetapi hingga saat ini kita masih terkendala dana dan hanya mengandalkan donatur karena museum ini dikelola yayasan,” katanya.

Berbagai upaya peningkatan pariwisata melalui bantuan media, promosi serta menggencarkan promosi kepada wisatawan yang berkunjung. Pihaknya berharap untuk kedepan dalam hal ini upaya untuk peningkatan pariwisata jangka panjang adalah peran serta dan perhatian dari pemerintah. (ira)

BAGIKAN