NPF Berakhir, Nusa Penida Diharapkan makin Menggeliat

107
karnaval budaya, pementasan bebagai kesenian oleh masing-masing desa pakraman di wilayah Nusa Penida. *wid

Semarapura (Bisnis Bali) – Nusa Penida Festival (NPF) yang berlangsung selama tiga hari, dan telah ditutup, Minggu (9/10). Dengan ditutupnya NPF ini, diharapkan mampu menjadikan kawasan Nusa Penida makin berkembang serta makin dikenal masyarakat luas. Hari terakhir NPF dimeriahkan dengan berbagai lomba, di antaranya lomba perahu layar mini, lomba perahu layar serta lomba renang. Dan pada malam penutupan pengunjung dihibur dengan penampilan Band SID yang mampu menarik minat masyarakat.

Humas NPF 2016, Nyoman Widana mengatakan, lomba perahu layar mini ini dilakukan untuk menjaga kelestarian budaya masyarakat setempat. “Membuat perahu layar mini adalah kebiasaan nelayan saat tidak melaut di sepanjang pesisir Nusa Penida, yang biasanya perahu layar ini digunakan permainan oleh anak nelayan. Dari dulu ini memang salah satu seni yang ada di pesisir Nusa Penida, kami ingin memperkenalkan seni perahu layar mini, sehingga masyarakat luas tahu, kita memiliki keunikan budaya, selain alam yang indah,” katanya.

Dalam NPF 2016, dia menargetkan sekitar 10.000 pengunjung  hadir untuk menyaksikan kemeriahan festival yang telah dilaksanakan. Menurutnya, hal ini cepat terbukti, dilihat dari pada hari pertama jumlahnya telah ada 5.000 orang.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, terselenggaranya festival ini tentunya mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Nusa Penida. Melalui festival ini, Suwirta mengajak masyarakt untuk melihat dan menikmati keunikan alam dan budaya Nusa Pendia.

“Di bidang pariwisata, Nusa Penida pernah meraih predikat sebagai tempat berselancar terpopuler kedua dan tempat menyelam terpopuler kedua di Indonesia. Dengan demikian,  kami optimis ke depannya Nusa Penida akan menjadi tempat yang sangat ingin dikunjungi masyarakat,” katanya.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesai, Andi Rusandi, yang berkesempatan hadir pada hari kedua NPF mengatakan, Nusa Penida sebagai pulau kecil banyak mempunyai potensi, dengan demikian sudah sepantasnya dijaga dan dilestarikan. Hal ini menurutnya juga akan memberikan hasil yang baik ke depannya bagi anak dan cucu generasi penerus pulau kecil ini.

“Kita harus menanamkan dari sejak dini kepada anak-anak, bagaimana menjaga kelestarian laut seperti memperkenalkan terumbu karang, merawat terumbu karang, serta menjaga kebersihan pantai. Dengan terumbu karang sehat, ikan banyak, sehingga terpenuhi juga bahan makanan bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, tentunya kelestarian laut juga akan mampu meningkatkan kunjungan pariwisata nantinya, sehingga dia mengatakan masalah konservasi laut, serta kawasan konservasi perairan daerah, pengelolaannya  tidak hanya pemerintah yang berkewajiban menjaganya, namun semua pihak baik itu tokoh masyarakat hingga pengelola pariwisata. “Kami dari pemerintah pusat tentunya sangat mendorong perkembangan Nusa Penida. Dan kami mencoba mendorong para stakeholder yang ada di Nusa Penida, dalam kemajuan dan pengembangan ini,” katanya.

Sementara itu, Bendesa Pekraman Nyuh Kukuh, I Ketut Priana mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ini, yang masyarakat bersama pemerintah bisa bahu membahu membangun Nusa Penida. ”Kami sebagai masyarakat juga memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian alam yang kami miliki. Tentunya pantai yang memiliki banyak manfaat ini harus bisa kami jaga kebersihannya, serta kami juga akan membatasi pendirian gubuk-gubuk di pesisir pantai untuk menjaga keindahan,” katanya.

Namun demikian, dirinya juga mengaku secara adat memiliki perarem tertentu dalam menjaga lingkungan, karena juga melangsungkan berbagai upacara seperti melasti yang akan ada aktivitas sampah nantinya. Dengan demikian, dia mengaku akan mengatur semua ini sebaik mungkin dengan berkoordinasi kepada pemerintah. “Untuk itu kami akan meminta disediakan tempat sampah nantinya di pesisir, sehingga sisa sampah itu kita bisa dikondisikan, untuk sama-sama menjaga kebersihan pantai,” katanya. (wid/)

BAGIKAN