Menanti Pasar Properti Membaik

67
MENUNGGU - Kelesuan pasar properti menyebabkan pemodal menunggu saat tepat untuk berinvestasi

Lesunya penjualan produk properti setahun terakhir  membuat sebagian pemodal/investor memilih wait and see, terhadap situasi dan kondisi ekonomi hingga memasuki kuartal III 2016. Seperti apa kondisi dan prediksi hingga akhir 2016 ?

PEREKONOMIAN nasional mempengaruhi bisnis properti. Pertumbuhan ekonomi yang melambat 2015 menyisakan dampak lesunya penjualan produk properti tahun ini. Mulai dari produk rumah menengah atas sampai dengan menengah bawah. Ini menantang kemampuan para produsen perumahan untuk mampu menjual produk dengan harga jual yang lebih murah dan kompetitif. Selain itu mereka juga dituntut mampu mendatangkan pasar dari luar salah satunya dari  Jakarta yang dalam beberapa tahun terakhir menempati peringkat teratas pencarian produk properti di Bali. Khususnya jenis properti menengah atas seperti residence, vila, dan lainnya.– Selengkapnya Baca Koran Harian Bisnis Bali  (gun)