Latih Tanding Sepa Dewata Club vs PTM Celepuk ‪Ajang Evaluasi dan Bentuk Mental Pemain yang Tangguh   ‪

94
  ‪LATIH TANDING - Tampak kedua club tenis meja foto bersama di sela - sela latih tanding.  

Denpasar (Bisnis Bali) – Latih tanding pemain tenis meja anak – anak Sepa Dewata Club versus (vs) Persatuan Tenis Meja (PTM) Celepuk, Desa Batubulan Kangin, Gianyar,  berlangsung di Gedung Sepa Dewata Club, Jl. Gatsu Barat, Padangsambian Kaja, Denpasar, Sabtu (8/10).

‪Latih tanding antara  kedua kubu pemain tenis meja anak – anak ini digelar sebagai ajang evaluasi pelatih terhadap anak didik masing – masing terkait penguasaan materi dan praktik tenis meja yang  telah diajarkan.

‪Pelatih PTM Celepuk, Putu Endra Mulyadana menyampaikan, ritme latihan di club – nya dilakukan empat kali dalam seminggu. Peserta latih tanding ini melibatkan tak kurang dari 20 orang pemain. Mereka adalah, anak – anak yang masih duduk di bangku  sekolah dasar (SD), dan murid sekolah menengah pertama (SMP). Selama ini waktu latihan  tiga jam pada setiap pertemuan peserta didik mendapatkan teori dan praktik tenis meja secara intensif dari pelatih. Endra optimis tiga tahun berlatih,  peserta  sudah bisa bermain tenis meja dengan baik.

‪Menurutnya, kedisiplinan peserta  di kelas anak – anak ini akan mampu memunculkan bibit – bibit pemain yang berkualitas dan tangguh. Harapannya, mereka tak hanya mampu jadi juara dalam kompetisi antarclub di daerah, namun juga berprestasi di tingkat nasional.

‪Sebut Endra, keunikan olahraga tenis meja menekankan pada kelihaian mata, kekuatan kaki, dan kelincahan gerak sehingga membutuhkan kosentrasi dan pemanasan yang cukup. Dengan begitu pukulan yang dihasilkan  pas dan lincah. Umumnya teori dasar bagi pemula untuk bisa memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan.

Selama ini dengan latihan yang intensif, pemain dari PTM Celepuk selalu masuk empat besar dalam setiap kejuaraan, baik di tingkat desa maupun kabupaten. Dia optimis, bibit – bibit petenis meja Bali yang mendapat pelatihan sejak dini berpeluang berprestasi dengan dukungan orangtua.

Harapnya, di Bali bisa lebih banyak ada turnamen – turnamen tenis meja sebagai ajang latih tanding khususnya bagi pemula dalam meningkatkan kemampuan diri.

‪Pelatih tenis meja senior dari Club Sepa Dewata M. Anwar menyampaikan, apresiasi atas dukungan para orangtua kepada anak – anak mereka pada latih tanding tenis meja di antara kedua club. Ini membuktikan tenis meja merupakan salah satu olah raga yang diminati anak – anak, sekaligus diharapkan jadi wahana pembentukan karakter positif anak serta nantinya mampu menjadi pemain yang bermental tangguh serta profesional.

Kendati usia sudah  64 tahun, Anwar yang merupakan sosok petenis meja berprestasi ketika masih berusia belia (pernah menyabet juara umum tenis meja di Bali) sewaktu masih duduk di bangku kelas V SD, dan dalam perjalanan karier tenis mejanya kendati akhirnya  sempat berhenti main tenis karena harus kosentrasi di tempat kerja ( di PT Telkom), namun keahliannya itu tak hilang begitu saja.

Terbukti pada kejuaraan tenis meja veteran, dia kembali bisa jadi juara di usia  50 tahun. Kini obsesinya menurunkan dan berbagi ilmu kepada anak – anak yang diharapkan nantinya bisa jadi penerus pemain tenis meja yang berbakat dan tangguh.

‪Anwar menjelaskan, teknik dasar permainan tenis meja ada pada kaki. Menguatkan kaki dapat dilakukan dengan latihan lari, naik tangga, push up, dan lainnya. Sedangkan melatih kekuatan dan kecepatan tangan dapat dilakukan lewat latihan sedo/main besi.

Selain kekuatan tangan kelihaian mata dan kelincahan gerak tak kalah penting. Misalnya teknik memegang bet seperti berjabat tangan (shakehand grip) untuk bisa menggunakan kedua sisi bet. Kemudian ada  teknik memegang bet seperti memegang tangkai pena.

Teknik ini  hanya satu sisi bet yang bisa digunakan. Teknik siap sedia (stance) posisi kaki, badan dan tangan pada saat siap menunggu bola atau pada saat memukul bola dan lainnya disesuaikan situasi saat pertandingan. Kemudian teknik pukulan ada forehand, backhand, dan lainnya.

Demikian jenis pukulan ada drive, forehand drive, backhand drive, push, forehand push,backhand push, chop, forehand chop, backhand chop, block, forehand block, backhand block.

Tambahnya, tak kalah penting dikuasai pemain yakni servis yaitu memukul bola untuk menyajikan bola pertama. Ada beberapa teknik servis yaitu servis forehand topspin, servis backhand topspin, servis forehand backspin, servis backhand backspin. (gun/)

BAGIKAN