Kemensos dan Himbara Salurkan Bansos Nontunai PKH dan Rastra  

133

Gianyar (Bisnis Bali) – Himpunan bank-bank milik negara (Himbara yakni BNI, BRI, Mandiri dan BTN)  telah berkomitmen untuk menjadi bank penyalur Bantuan Sosial (Bansos) Nontunai Program Keluarga Harapan (PKH). Komitmen yang diikat melalui perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia ini menegaskan penyaluran dana bantuan sosial nontunai PKH dapat dilakukan Himbara tanpa dipungut biaya atau zero cost.

Kesepakatan tersebut ditindaklanjuti dengan penyaluran bantuan sosial nontunai  PKH dan Rastra (bantuan pangan) melalui E-Warong KUBE-PKH di Kelurahan Penatih Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (9/1 0) kemarin sampai oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa dan disaksikan oleh Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata.

Menteri Sosial Khofifah mengungkapkan, Penyaluran bantuan sosial nontunai PKH tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada saat rapat terbatas tanggal 26 April 2016 tentang keuangan inklusif. Setiap bantuan sosial dan subsidi agar disalurkan secara nontunai dan menggunakan sistem perbankan untuk memudahkan kontrol, pemantauan, dan memenuhi syarat penyaluran tepat sasaran, tepat waktu dan tepat jumlah.

Presiden juga memerintahkan agar penyaluran bansos tersebut diintegrasikan dalam satu  kartu. Berbagai langkah strategis telah dilaksanakan, termasuk MoU antara Bank Indonesia dengan kementerian/lembaga terkait dan uji coba penyaluran nontunai melalui E-Warong KUBE-PKH di 25 kota sejak Agustus 2016.

Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk dukungan Himbara untuk menyukseskan program-program Kementrian Sosial khususnya  dan pemerintah pada umumnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan penyaluran bantuan sosial dan subsidi secara nontunai, banyak manfaat yang diperoleh. Pertama, penerima tidak harus menarik seluruh bantuan yang diterima sehingga terdapat insentif bagi penerima untuk menyimpan dan mengelola keuangan. Kedua, kontrol penerima terhadap uang yang diterima lebih tinggi. Ketiga, tingkat transparansi lebih tinggi karena kartu menyimpan semua data transaksi yang dilakukan. Keempat, kecepatan dan waktu penyaluran bansos menjadi lebih efisien. Kelima, fleksibelitas waktu dan tempat penarikan bagi penerima.  Keenam, gratis biaya administratif. Yang terakhir, proses rekonsiliasi berlangsung dalam  satu hari (online). Sementara Direktur Kelembagaan Bank BRI Kuswiyoto mengatakan, melalui penyaluran bansos melalui sistem ini juga dapat mengedukasi masyarakat kita untuk menabung dan menggunakan uang seperlunya saja. (dik/kup)

BAGIKAN