Kekurangan Modal,  BPR Disarankan Merger

164

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendata sekitar  5 bank perkreditan rakyat (BPR) di Bali yang belum memenuhi ketentuan modal minimum 12 persen. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali Nusra, Zulmi, Minggu (9/10) mengatakan, BPR di Bali yang kekurangan modal bisa menempuh jalur merger.

Ia mengungkapkan, dengan merger modal BPR makin kuat. Untuk bisa merger, harus ada kecocokan antara pemilik dan pengurus BPR yang ingin melakukan merger. Hal ini tentunya memerlukan proses, sehingga ada kesepakatan untuk melakukan merger.

Ia menjelaskan, merger ini bisa dilakukan oleh BPR aset besar dengan BPR beraset kecil dan sebaliknya. Merger ini juga bisa dilakukan BPR beraset kecil dengan BPR beraset kecil.– Selengkapnya Baca Koran Harian Bisnis Bali  (kup)

BAGIKAN