E-Warong KUBE PKH Kini Sentuh Pulau Dewata BNI dan Kementerian Sosial RI Buka 2 e-Warong

93
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa (kiri), Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Sekda Kota Denpasar dan Wakil Direktur Utama BNI sekaligus Koordinator Penyaluran Bantuan Sosial dari Bank-Bank Milik Negara Suprajarto (kanan baju batik) pada saat uji coba e-warong

Denpasar (Bisnis Bali) –  Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera atau KMIS yang dikembangkan Kementerian Sosial RI dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam bentuk Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Elektronik Program Keluarga Harapan atau e-Warong KUBE PKH terus diperluas jangkauannya. Kali ini, BNI dan Kementerian Sosial RI membuka 2 e-Warong KUBE PKH di Kota Denpasar, Bali.
Pembukaan e-Warong KUBE PKH di Denpasar ini dilaksanakan di e-Warong KUBE PKH “Penatih” yang dikelola oleh Ni Wayan Wahyuni Asih di kawasan Saba, Desa Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar, Bali dan e-Warong KUBE “Ubung Kaja” yang dikelola oleh Ni Ketut Kartini di Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, Bali, Minggu (9/10) kemarin.

Hadir pada kesempatan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Sekda Kota Denpasar dan Wakil Direktur Utama BNI sekaligus Koordinator Penyaluran Bantuan Sosial dari Bank-Bank Milik Negara Suprajarto.

Setiap e-Warong KUBE PKH merupakan KMIS yang masing-masing memiliki 612 keluarga. Peresmian kedua e-Warong KUBE PKH di Denpasar ini menandai dimulainya Program e-Warong KUBE PKH lainnya di Bali.
Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, e-Warong KUBE PKH adalah ikhtiar pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial dan subsidi secara non tunai. “Dengan e-Warong KUBE PKH ini tidak perlu khawatir sisa uang bantuan sosial akan habis, karena uangnya tersimpan di tabungan yang disediakan BNI. e-Warong KUBE PKH juga akan menghilangkan ketergantungan warga terhadap rentenir,” ujarnya.

Suprajarto mengatakan, teknologi terbaru kami yaitu sangat bermanfaat bagi penerima bantuan sosial karena ada dua fungsi tertanam sistem saving account sekaligus sebagai e-Wallet. Dengan fungsi tersebut, penerima manfaat bantuan sosial dapat membelanjakan dana bantuan sosial atau subsidi untuk pembelian bahan kebutuhan pokok, atau menarik dana bantuan sosial secara tunai.
“Ke depan akan kami manfaatkan untuk subsidi, misalnya elpiji 3 kilogram bersubsidi. Pemda juga dapat memanfaatkan teknologi kartu kami  untuk penyaluran bantuan-bantuan di daerah,” ujarnya.

Direktur Kelembagaan & Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati mengungkapkan, BNI sangat siap menyalurkan bantuan sosial atau subsidi secara nontunai. BNI telah menyiapkan Program Penyaluran Bansos Non Tunai PKH sejak awal dan turut menyusun sistemnya sejak permulaan bersama Kementerian Sosial. BNI telah mengujicoba Program Penyaluran Bansos Non Tunai PKH di beberapa kota di Jawa, hasilnya memuaskan. Uji coba tersebut dilaksanakan dalam kerangka pengembangan e-Warong KUBE antara lain di Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, DKI Jakarta, Solo, Boyolali, Semarang, Bogor, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Bandung, Kediri, Probolinggo, dan Pasuruan. BNI bersama Kementerian Sosial mulai memperluas cakupannya ke luar Jawa, yaitu di Denpasar.

BNI siap melayani penerima manfaat di seluruh jaringan BNI yang didukung oleh lebih dari 1.800 outlet, lebih dari 14.000 Agen46, dan lebih dari 16.000 ATM.
E-Warong KUBE PKH Penatih dan Ubung Kaja yang diresmikan operasionalnya tersebut merupakan e-Warong KUBE PKH ke-32 yang dikembangkan oleh BNI dengan dukungan penuh Kemensos RI. Sebelumnya di Probolinggo & Pasuruan, BNI telah membuka 2 e-Warong KUBE, kemudian masing-masing 2 e-Warong KUBE PKH di Sidoarjo dan Surabaya, serta masing-masing 1 e-Warong KUBE PKH di Mojokerto, Solo, Boyolali, Semarang, Bogor, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta, 4 di Kediri. Sebelumnya, terdapat 10 e-Warong KUBE yang dibuka di Bandung. BNI juga telah membuka 1 e-Warong KUBE PKH di Johar Baru, Jakarta yang menjadi lokasi peluncuran perdana e-Warong KUBE PKH bank-bank milik negara yang terhimpun dalam Himbara.

Sebagai bank yang mengembangkan jaringan branchless banking dalam program laku pandai, BNI menjadikan e-Warong KUBE PKH sebagai agen Laku Pandai BNI, yang dinamai Agen46. Sebagai Agen46, e-Warong KUBE PKH “Penatih” & “Ubung Kaja” dapat membukakan rekening bagi para anggota Koperasinya, yang nantinya akan menampung dana Bantuan Sosial dan Subsidi. Selain buku tabungan, anggota koperasi akan mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang nantinya digunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi secara digital.

Pemilik KKS yang juga penerima manfaat Bantuan Sosial dan Subsidi dapat mencairkan bantuan dari pemerintah tersebut di seluruh jaringan e-Warong KUBE PKH, seluruh outlet dan ATM BNI, maupun jaringan yang dimiliki oleh bank-bank milik negara, yaitu BRI, Mandiri, dan BTN.
E-Warong KUBE PKH juga beroperasi sesuai dengan konsep Rumah Pangan Kita yang dikembangkan oleh BULOG. Dengan demikian, pada satu e-Warong KUBE, tertanam juga fungsi sebagai penjual barang-barang kebutuhan pokok (Rumah Pangan Kita) plus fungsi sebagai Branchless Banking (sebagai Agen46), sehingga menjadi sebuah perpaduan yang lengkap.

Bila ada sisa dana di dalam tabungan, BNI memastikan dananya tersimpan sebagai tabungan, sehingga tetap mendapatkan bunga dan tidak hilang. Seluruh e-Warong KUBE PKH adalah Agen46 yang kami lengkapi dengan aplikasi minimarket yang terintegrasi, sehingga akan memudahkan proses penjualan dan pemesanan barang.
Sebelumnya, peresmian e-Warong KUBE PKH dan uji coba KKS telah dilakukan oleh BNI bersama Kementerian Sosial RI, di 16 kota, yaitu Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, DKI Jakarta, Solo, Boyolali, Semarang, Bogor, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Bandung, Kediri, Probolinggo, dan Pasuruan. Pada uji coba transaksi di Denpasar kali ini, penyaluran bantuan sosial dan subsidi dilaksanakan secara lengkap hingga ke transaksi pembelian barang-barang kebutuhan pokok. Pengelola e-Warong KUBE PKH dan penerima manfaat diajak untuk mencoba bertransaksi dengan menggunakan KKS dan mesin Electronic Data Capture (EDC). Dengan KKS dan EDC itu, penerima manfaat akan memperoleh informasi saldo dana bantuan sosial dan subsidi yang mereka miliki, kemudian membelanjakan dana bantuan tersebut di e-Warong KUBE PKH.

Dengan dukungan sistem dari BNI ini, penyaluran bantuan sosial yang diterima masyarakat akan dilakukan secara non tunai, dimana bantuan sosial akan langsung masuk ke rekening penerima manfaat dan selanjutnya dapat digunakan untuk membeli barang yang telah ditetapkan di e-Warong KUBE PKH, melakukan tarik tunai, atau tetap disimpan di dalam Tabungan. KKS juga dapat difungsikan sebagai kartu Debit yang dapat bertransaksi di ATM.(dik/)

BAGIKAN