Diapresiasi, Ukiran Karya Pemuda Sawan dan Tari Jagra Sari  

1600
Ira  Bupati dalam pembukaan Fessensaw mengunjungi stand pameran kerajinan & kesenian 

Singaraja (Bisnis Bali) – Sebagai daerah tujuan wisata, Buleleng memiliki beragam kesenian dan kebudayaan. Adapun salah satu upaya Pemkab Buleleng untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan tersebut yaitu festival yang kali ini digelar di Kecamatan Sawan yang juga memiliki keragaman dalam kesenian.

Fetival seni yang dilakukan di tingkat kabupaten ini, mampu memberikan vibrasi kepada seluruh kecamatan untuk melaksanakan hal serupa. Fessensaw ini merupakan festival yang kesembilan yang diselenggarakan di kecamatan.

Festival-festival ini merupakan ruang berkesenian bagi para seniman.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ketika membuka Festival Seni Kecamatan Sawan (Fessensaw) pada 2016 yang diselenggarakan di Pantai Kerobokan, Kecamatan Sawan, Jumat (7/10) yang didampingi langsung Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, S.H., Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng, Gede Kusuma Putra, para kepala SKPD lingkup Pemkab Buleleng dan Camat Sawan, Drs. I Gusti Ngurah Suradnyana.

Bupati PAS sangat mengapresiasi kegiatan ini. Salah satu kerajinan unik yang ditampilkan dalam Fessensaw ini salah satu karya seni dari pemuda Desa Sudaji Kecamatan Sawan yakni Gede Sunarga ditampilkan sekaligus sebagai backdrop dari panggung utama. Sebagai bentuk apresiasi, Gede Sunarga ditugaskan oleh Bupati PAS untuk membuat backdrop Buleleng Festival (Bulfest) tahun depan.

Selain itu, ada beberapa seniman-seniman senior asal Kecamatan Sawan yang berjasa dalam pengembangan dan pengenalan kesenian Buleleng hingga ke penjuru negeri. Para pemuda dan anak-anak pun sangat semangat untuk memberikan vibrasi berkesenian melalui pagelaran di Fessensaw ini. “Hal ini ibarat suplemen bagi saya untuk semangat terus membangun Buleleng di berbagai bidang termasuk di bidang kesenian, ini merupakan upaya-upaya untuk menjaga kesenian dan juga adat-istiadat kita,” ungkapnya.

Selain itu salah satu tarian dari Desa Jagaraga yang bernama tari Jagra Sari juga ditampilkan pada pembukaan kali ini dan sebagai bentuk apresiasi juga akan dipentaskan secara massal sebagai tarian penyambutan pada ajang serupa. “Sudah saya putuskan Bulfest tahun depan backdropnya menggunakan ukiran hasil Gede Sunarga dan tarian Jagra Sari sebagai tarian penyambutan yang ditarikan secara massal,” ungkapnya. (ira)