Sajian Unik “Nasi Keren”, Manjakan Lidah dengan Kombinasi Rasa  

176
wid  Nasi Keren,  dengan ciri khas nasi sela (ubi)  ungu dan kuning,  yang disajikan dengan tambahan lauk lainnya.

Denpasar (Bisnis Bali) – ‪Saat ini, untuk menikmati sajian masakan tradisional yang salah satunya “nasi sela”, masih cukup sulit ditemukan di Kota Denpasar. Tidak heran, jika makanan favorit bagi sebagian masyarakat ini sangat laris pada beberapa pedagang di pinggir  jalan. Dan saat ini, nasi keren, salah satu sajian nasi sela, turut serta memenuhi permintaan masyarakat.

‪”Nasi keren memiliki dua (2) makna,  yang pertama keren dalam bahasa Indonesia yang berarti menarik, yang kedua keren yang dikarenakan nasi ini disajikan dengan ayam keren khas Bangli,” ungkap penggagas kuliner nasi keren,  Karyadi Kharisma, di Jalan Mahendradata, Selasa (4/10).

‪Lebih lanjut dia mengatakan,  pembuatan kuliner khas Bali yang dimasak dengan cara memasak makanan khas Betawi,  nasi uduk,  memberikan cita rasa yang beragam pada lidah. Dengan campuran ubi (sela-red)  membuat makanan ini memiliki ciri khasnya tersendiri. Pada sajiannya,  terdapat dua warna nasi,  karena campuran dari ubi ungu serta ubi kuning.

‪”Jadi pembuatannya itu seperti memasak nasi uduk,  yang dicampurkan dengan ubi yang digiling terlebih dahulu. Ini tentu berbeda dengan nasi sela yang dijual pada umumnya,  yang ubinya dicacah,” tambahnya.

‪Selain itu,  sajian lauknya yang juga mengedepankan makanan khas Bali,  seperti ayam keren dan sate lilit khas Lebih,  Gianyar. Serta,  beberapa menu lauk lainnya juga dihadirkan dalam penyajian nasi ini,  seperti tempe,  telur,  sayur urab,  sambel matah dan sambel ulek.

‪Dia mengaku,  untuk Ayam Keren langsung didatangkannya dari daerah Bangli yang telah bekerja sama dengan pemilik makanan khas Bangli,  Bu Agung.  Hal ini dimaksudkan untuk menghidupkan lagi makanan yang menjadi favorit sebagian besar masyarakat.

‪Sementara untuk sajian sate lilit, Karyadi, mengaku olahan sate yang didatangkan langsung dari daerah Lebih, Gianyar ini, ditambahkannya dengan ubi yang sudah dihaluskan. Hal ini menambah kenikmatan serta aroma ubi yang dibakar. Pembakaran sate pun sangat diperhatikan kematangannya,  yang dibakar menggunakan api kecil sehingga tidak hitam.

“Kami juga memperhatikan kehigienisan makanan kami. Sate yang sangat kami perhatian pembakarannya, karena jika terlalu matang, dapat menganggu kesehatan,  terlebih lagi pemicu kanker. Selain itu ubi sebagai menu andalan kami, juga dengan alasan karena makan ini dapat mencegah penyakit kanker,” katanya.

Disinggung soal harga, pengelola usaha nasi keren, sekaligus anak dari Karyadi, Evita Eka Pujilestari, mengatakan untuk satu porsi makanan ini dibanderol Rp. 25.000. Dia yang mengaku meneruskan usaha ayahnya di bidang makanan ini, sangat antusias mengembangkan makanan khas ini.

“Saat ini kami sajikan makanan ini untuk menu makan siang,  yang hanya dibuka mulai pukul 11.00 hingga 15.00 tiap harinya. Selain makanan yang diunggulkan ini,  beberapa pilihan minuman juga kami sajikan, seperti green tea late,  espreso dan sebagainya,  yang rata-rata kami jual Rp10.000 per porsi,” katanya. (wid)