Anggaran Besar, Komisi II Tinjau Proyek di Desa Taman

85

Mangupura (Bisnis Bali) – Anggaran besar yang dikucurkan untuk menata Desa Taman, Kecamatan Abiansemal dikawal ketat oleh jajaran Komisi II DPRD Badung. Untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana, Selasa (4/10) kemarin, komisi membidangi pembangunan ini langsung meninjau lokasi.

Dipimpin Ketua Komis II Nyoman Dirga Yusa, rombongan langsung meninjau sejumlah proyek dengan anggaran APBD Badung Rp46 miliar lebih itu. Di antaranya pembangunan jalan, trotoariasi, serta penataan wajah kota di Desa Taman. “Kami menjalankan fungsi Dewan sebagai fungsi pengawasan. Terlebih penataan dengan total Rp46 miliar ini menggunakan APBD Badung tahun 2016. Kami harus pastikan semua berjalan dengan baik,” kata Dirga Yusa.

Saat mengunjungi proyek tersebut, Dirga Yusa didampingi para anggota yakni I Nyoman Suka, I Made Wijaya, I Wayan Luwir Wiana, I Nyoman Oka Widianta dan I Wayan Mendra. Juga turut mendampingi Kadis Bina Marga dan Pengairan IB Surya Suamba dan Kadis Cipta Karya serta sejumlah staf Setwan Badung.

Sejumlah proyek yang ditinjau Dirga Yusa dan jajaran di antaranya, proyek pembangunan jembatan di Jalan Tegogan, penatanaan wajah desa meliputi trotoar dan saluran air kiri kanan. Kemudian pembuatan jalan baru dengan badan jalan yang sudah tersedia di Banjar Tebe Jero Raketan menuju Batu Bayan dan melingkar kembali ke bincingah Taman, juga meninjau penataan jalan lingkungan dengan sistem pavingisasi.

Lanjut Dirga Yusa, pihaknya tidak hanya memantau pembangunan proyek di Taman, namun juga akan meninjau sejumlah proyek di Badung yang menggunakan APBD Badung. “Kami awali di Desa Taman, Abiansemal, pada agenda selanjutnya kami akan menijau proyek yang di Kuta Utara,” kata bendahara DPC PDIP Badung tersebut.

Yang jelas, kata Dirga, pihaknya tak ingin ada proyek yang tidak berjalan sesuai rencana, apalagi anggaran menggunakan APBD Badung yang notabena adalah uang rakyat. “Yang di Taman sudah berjalan baik bahkan sudah sampai 75 persen. Pada intinya kami tak ingin ada proyek yang tidak sesuai spek,” pungkas Dirga Yusa. (sar/)

BAGIKAN