Kredit Bermasalah Naik, BPR harus Hati-hati

147

Denpasar (Bisnis Bali) – Kredit bermasalah (NPL) merupakan risiko kredit yang menjadi bagian risiko terbesar yang dihadapi bank perkreditan rakyat (BPR) saat kondisi perlambatan ekonomi. Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana mengatakan, ketika NPL sudah di atas batas wajar 5 persen, jajaran direksi dan manajemen BPR harus gencar memonitor kredit yang telah disalurkan.

Ia mengungkapkan, dalam penyaluran kredit, BPR betul-betul harus memperhatikan proses analisa kredit. Hal ini mulai dari karakter debitur sampai pada jaminan atau agunan kredit dari debitur.

Ia menjelaskan, adanya fungsi  intern audit bisa meminimalkan lebih awal kemungkinan kredit bermasalah. Karyawan di bagian sistem pengendalian intern (SPI) juga wajib memonitor penyaluran kredit. Selanjutnya intern audit mesti selalu berkoordinasi untuk memastikan kredit yang dikucurkan bisa selalu masuk dalam kategori kredit lancar  – Selengkapnya Baca Koran Harian Bisnis Bali(kup)

BAGIKAN