Sikapi Persaingan dengan Bank Umum BPR harus Persempit Rentang Selisih Suku Bunga  

92
kup-   BPR mesti mengedepankan kualitas layanan ketimbang bersaing suku bunga dengan lembaga keuangan lainnya.

Denpasar (Bisnis Bali) – Upaya pemerintah menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 9 persen menjadi 7 persen tahun depan tidak perlu menjadi penghambat bagi bank perkreditan rakyat (BPR) untuk tumbuh dan berkembang. Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit, Minggu (2/10) mengatakan, untuk eksis dalam persaingan, BPR harus berupaya untuk mempersempit selisih rentang suku bunga kredit BPR dengan bank umum.

Ia mengungkapkan, dengan rentang suku bunga kredit yang terlalu jauh memungkinkan BPR berbenturan dan sulit bersaing dengan bank umum dalam menggaet nasabah baru. Di sisi lain, akibat persaingan yang ketat memungkinkan nasabah BPR akan diambil bank umum.

Komisaris BPR Nusamba ini menjelaskan, dalam persaingan BPR dituntut bersaing dari sisi kualitas layanan. Ketika BPR mampu memberikan kualitas layanan terbaik, nasabah BPR tidak akan diambil lembaga keuangan lain.

Dipaparkannya, pertumbuhan ekonomi naik tipis 2016 ini cukup berdampak pada peningkatan kredit di BPR. Hanya saja selain melakukan ekspansi kredit, BPR harus mempertahankan debitur dan kreditur existing yang sudah loyal terhadap BPR.

Lebih lanjut dikatakannya, tidak semua BPR menyalurkan KUR. Ini secara otomatis BPR tidak bisa bersaing dengan bank umum dalam hal suku bunga.

Menurutnya, suku bunga dalam penyaluran kredit  bank umum 12 persen. Sementara suku bunga kredit BPR 21-22 persen. “BPR tidak bisa bersaing suku bunga dengan bank umum,” katanya.

Bunga penjaminan dari (Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) BPR juga lebih tinggi bunga LPS bank umum. BPR hanya bisa mengimbangi selisih bunga kredit BPR dengan bank umum. BPR hanya bisa mengupayakan selisih bunga BPR tidak terlalu jauh dengan suku bunga bank umum.

Komplit menambahkan, untuk bisa eksis dalam persaingan dengan bank umum dan lembaga keuangan lainnya, BPR dituntut memperkuat sisi permodalan. BPR akan siap bersaing ketika telah memiliki modal di atas Rp 50 miliar. “Upaya penguatan modal bisa memberikan garansi BPR mampu bersaing dengan bank umum dan lembaga keuangan lainnya,” katanya. (kup)

BAGIKAN