Produk Organik Diminati Pasar *Petani Kewalahan Penuhi Permintaan

94

Denpasar (Bisnis Bali) – Produk pertanian organik ternyata sangat diminati pasar. Produk ini mampu masuk ke supermarket dan hotel-hotel.
I Wayan Supariyasa, petani sayur asal Banjar Bukan, Desa Pelaga menuturkan, produksi sayur-mayur di desanya memiliki kualitas nomor satu di Asia. Dengan begitu, saat ini pihaknya tidak perlu melakukan promosi, namun permintaan terus mengalir bahkan para petani kewalahan memenuhi permintaan. “Produk kami tidak ada di pasar tradisional, karena harganya terlalu tinggi bagi masyarakat lokal. Selain itu untuk memenuhi permintaan hotel, restoran dan supermarket saja kami kewalahan,” katanya.

Supariyasa menuturkan, pada awal merintis pertanian asparagus ini pihaknya dibantu dari Taiwan, mulai dari membuat bibit hingga pengemasan. Menurutnya, bertani itu sangat menguntungkan, bila petani tahu apa permintaan pasar. Saat ini petani kebanyakan hanya berproduksi dan pasaran tidak menentu. Dengan memproduksi kebutuhan pasar yang berkualitas internasional, petani maupun mematok harga tinggi. “Dulu sebelum bertani asparagus dari lahan 20 are pertahun penghasilan Rp 5 juta-6 juta. Sekarang bisa Rp60-80 juta.– Selengkapnya Baca Koran Harian Bisnis Bali  (pur)

 

BAGIKAN