Kulot Jersi Jadi Daya Tarik Oleh-oleh Bali ‪

66

FASHION khas Bali, seperti baju barong banyak ditawarkan di pasar oleh – oleh. Buah tangan yang satu ini tampaknya selalu diminati dan tidak pernah jenuh di pasaran. Meski demikian, para pelaku industri fashion di Bali, terutama dengan target market wisata berupa berinovasi agar wisatawan khusus wisatawan domestik tidak bosan.

Dian, seorang pedagang pakaian khas Bali di pasar seni Kumbasari, Denpasar mengatakan, tren terbaru yang ditawarkan untuk wisatawan domestik adalah kulot jersi. “Kulot jersi, terinspirasi dari celana kulot yang kembali ngetren saat ini. Hanya saja dari segi bahan dan warna tidak lepas dari ciri khas fashion Bali,” katanya.

Dengan bahan kaos yang nyaman digunakan dan jatuhnya sangat alami, kulot Jersi menjadi salah satu fashion oleh – oleh Bali yang paling dicari saat ini. Selain itu, yang menjadi ciri khas kulot Jersi ini adalah warna yang cerah ceria seperti pelangi, yang merupakan ciri khas fashion Bali.

Beragam perpaduan warna cerah ditawarkan kepada wisatawan domestik. Keindahan tampilan kulot jersi ini, ternyata tidak hanya menarik minat wisatawan domestik, namun wisatawan mancanegara juga banyak yang tertarik dan membeli.

Masyarakat lokal Bali pun mulai melirik kulot jersi. Karena selain nyaman dan terlihat indah bila digunakan, dari segi harga juga sangat terjangkau.

Kulot jersi pendek dibanderol Rp 25 ribu, sedangkan yang panjang Rp 45 ribu. “Meski permintaan bersaing, namun kulot jersi pendek lebih banyak peminatnya,” katanya. Keberadaan kulot jersi ini, diakuinya, mampu mendongkrak penjual. Produk ini diharapkan dapat menjadi tren yang tidak mudah jenuh dan mampu menarik minat wisatawan untuk terus membelinya, meski sudah kerap datang ke Bali seperti halnya baju barong.(pur)

BAGIKAN