Dengan Korea Energy Agency Pemkab Badung Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah

247
ist HIBAH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekkab Kompyang R. Swandika menerima perwakilan Bappenas RI, membahas rencana hibah PLT sampah dari Pemerintah Korea Selatan di Puspem Badung.

Mangupura (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mengambil kebijakan penanggulangan masalah sampah mulai dari hulu ke hilir. Pada Jumat (30/9) , Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekkab Kompyang R. Swandika menerima perwakilan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, membahas rencana hibah pengolahan listrik tenaga (PLT) sampah dari Pemerintah Korea Selatan.

Hibah yang ditawarkan melalui Korea Energy Agency (KEA), berupa peluang kerja sama dan hibah Pemerintah Korea Selatan dalam pengembangan energi biomasa untuk pembangkit listrik sampah kota (municipal solid waste to energy). Dalam pertemuan yang juga dihadiri PU Provinsi Bali dan Bappeda Provinsi Bali tersebut, Bupati Giri Prasta menyambut terbuka tawaran kerja sama dan hibah yang ditawarkan Pemerintah Korea melalui Kementerian Bappenas.

Penanganan sampah, khususnya di Badung yang memproduksi antara 40 hingga 50 truk sampah dalam sehari, menurut Bupati, menjadi salah satu prioritas. Keterbasan lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, ditambah lagi dengan kondisi  TPA Suwung yang sudah over kapasitas, mengharuskan pemerintah memiliki inovasi dalam pengolahan sampah. “Kebijakan pengolahan sampah kita secara mandiri, dari hulu ke hilir. Dibutuhkan teknologi pengolahan sampah, agar bagaimana bisa mengolah sampah menjadi berkah. Artinya memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Bupati.

Dengan adanya tawaran hibah pemerintah Korea, berupa teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, pihaknya sangat menyambut gembira. Untuk tahap awal, Bupati menginstruksikan kepada SKPD terkait agar memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada pihak Korea Energy Agency, dalam melakukan kajian dan penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan proyek ini. Rencananya penyusunan FS akan dimulai tahun 2017. (sar/)

BAGIKAN