Bisnis Batik Bali kian Berkembang  

99

‪Gianyar (Bisnis Bali) – Batik sebagai salah satu produk budaya nusantara, pelestarian dan pengembangannya juga dilakukan para produsen di Bali. Yang membedakan batik Bali dengan hasil produksi daerah lain adalah motif – motifnya yang khas dan unik bercirikan budaya Bali. Demikian diungkapkan Ni Luh Putu Ardani, baru – baru ini di Ubud.

‪Dikatakan, kain batik baik dalam wujud busana atasan maupun kain bawahan maupun produk lainnya seperti sprai, bed cover, dan lainnya selain dipasarkan kepada wisatawan seiring pesatnya bisnis akomodasi vila dan lainnya di salah satu kawasan objek wisata di Bali ini, juga ada yang diekspor.

‪Produksi batik, katanya, manfaatkan tenaga kerja lokal. Keterampilan membatik diperoleh lewat pelatihan di sentra – sentra produksi yang ada di desa setempat.  Menurutnya, kekhasan motif batik Bali tak kalah diminati pasar sehingga relevan dikembangkan ke depan. Terkait harga kain dan produk batik lainnya cukup bervariasi. Kisarannya mulai dari puluhan – ratusan ribu rupiah. Bisnis batik merupakan usaha kearifan lokal yang bisa diproduksi setiap anggota masyarakat dengan menguasai keterampilan tersebut. Produk tekstil ini juga memiliki kekhasan tersendiri dari sisi warna sehingga diyakini peminatnya tak kalah banyak.

‪Pebisnis kain tenun tradisional Bali, Ida Ayu Mas, Jumat (30/9) menyampaikan, perkembangan batik Bali merupakan hal positif untuk memberi pilihan yang beragam bagi konsumen. Selain batik di Bali juga terkenal dengan produksi endek dan songketnya. Semua produk kearifan lokal ini akan menjadi kekuatan ekonomi menghadapi masuknya produk impor.

‪Menurutnya, Bali sebagai kawasan destinasi pariwisata membuka peluang pemasaran berbagai jenis produk tekstil Bali. Tak terkecuali batik yang memiliki kekhasan tersendiri, juga pasarnya yang cukup luas. Dengan memunculkan inovasi yang khas Bali diyakini manfaatnya akan lebih optimal bagi pebisnis. Batik adalah produk budaya Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi dan seni.

‪Data nasional ekspor batik pada tahun 2015 menyebutkan,  mencapai 3,1 miliar dolar AS atau mencapai hampir Rp 2,1 triliun. Angka itu tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar ekspor utama batik adalah Jepang, Amerika Serikat, Eropa dan negara – negara lainnya di dunia. (gun)

BAGIKAN