Manjakan Pelanggan Kiat Sukses dalam Persaingan Bisnis Butik  

82

BISNIS fashion yang berkembang pesat terlihat dari maraknya butik yang bermunculan. Hal ini berdampak pada persaingan ketat antarbutik, sehingga harus memiliki keunggulan sebagai ciri khas.

Seperti diungkapkan Ni Ketut Mira Andayani, pemilik Minardi Boutique. Selain karena perlambatan ekonomi saat ini, butik juga sudah menjamur. Selain itu bisnis online juga perlu diperhitungkan.

“Orang yang dulunya pelanggan sekarang sudah menjadi penjual. Namun ada sisi positifnya juga, ada beberapa yang mengambil di kita dan kembali dia jual,” katanya.
Namun penjualan turun drastis, dalam 1 atau 2 hari kadang sama sekali tidak ada penjualan.

Hal ini, menurut Mira, akibat persaingan ketat, terutama dari segi harga. Seperti kamen jadi yang menjadi tren saat ini, akibat persaingan yang cukup ketat sampai ada yang menjual harga sangat rendah yaitu Rp 50 ribu. Namun ia tidak terlalu terpengaruh dengan persaingan harga tersebut, dan memilih untuk selalu menjamin kualitas dari semua produknya.

“Menjalani bisnis butik ini memerlukan kesabaran ekstra dan harus memahami karakteristik dari setiap pembeli. Karena kebanyakan pelanggan itu senang dimanja,” katanya. Ini menjadi kiatnya dalam menjaga pelanggan, agar tetap setia.

Dia mengakui, penjualan tahun ini tidak seperti tahun – tahun sebelumnya. “Penurunan ekonomi memang berimbas pada penjualan, karena sekarang semua orang mencari barang yang murah,” ujarnya. (pur)

BAGIKAN