200 Delegasi Hadiri PKF International di Bali Berbagi Pengetahuan dan Masalah Akuntansi  

101

Mangupura (Bisnis Bali) – 200 delegasi dari 150 negara, diantaranya Asia, Australia, Europa, Amerika, Afrika dan Timur Tengah menghadiri acara PKF International yang bertajuk” The power of ONE” di Bali untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman para anggotanya.

‘’PKF International  merupakan perusahaan Akuntan Publik yang kantor pusat kami di London, Inggris. Sebagai kantor akuntan dan konsultan dunia, kami banyak mengaudit Perusahaan Publik, BUMN, Organisasi non profit dunia dan yang lainnya yang bergerak di bidang Perhotelan (Pariwisata), Perbankan, perkebunan, pertambangan, minyak dan gas, Pabrik atau manufacturing, Retail business, hingga perdagangan,’’ ujar Chairman PKF Indonesia, Paul Hadiwinata, pada acara jumpa pers Konferensi PKF International, di Grand Hyatt, Nusa Dua, Kamis (29/9).

 Hadir pada acara tersebut Ketua PKF International, Sebastian Wohldorf  dari Jerman dan Ketua Asia Pacific PKF, Sajjad Akhtar, dari Singapura.

Lanjut Paul, sebagai konsultan bisnis, pihaknya membantu perusahaan asing yang mau berinvestasi di Indonesia, dan PKF International memandang Indonesia umumnya dan Bali khususnya memiliki posisi penting di dunia.

Oleh karena itu, pihaknya berkumpul di Bali untuk bersama menyatukan visi yang akan dibawa ke masing-masing negara mereka.

Katanya,  PKF secara internasional terikat karena laporan keuangan suatu perusahaan dipakai tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Sampai saat ini sudah sekitar 20 perusahaan go public yang ditangani PKF.

Sebagai akuntan publik, PKF Indopnesia telah memiliki lebih dari 200 pegawai di Jakarta dan 30 di Surabaya ini, juga mengikuti standar Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Khusus untuk luar negeri, PKF menjalin kerja sama dengan anggotanya, baik di Asia, Australia dan Amerika. Laporan yang disusun juga disesuaikan dengan aturan perundang-undangan di Indonesia.

‘’Penilaian terhadap perusahaan yang diaudit adalah mencari kewajaran mengenai laporan keuangan. Sebab, dalam akuntansi, selain ada transaksi yang bersifat mutlak, ada juga yang bersifat taksiran,’’ jelasnya.

Karena itu, hasil audit yang diberikan perusahaan akuntan publik hanya memberi opini yang menyatakan laporan keuangan perusahaan tersebut wajar atau tidak.

“Tentu saja, hasil itu akan banyak berpengaruh pada pasar saham sebagai acuan para pialang,” tandasnya. (aya)

BAGIKAN