Rai Mantra : Kebudayaan adalah Sebuah Kebutuhan  

95
Sta- Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya, menghadiri Evaluasi Desa Pakraman Panjer yang menjadi duta evaluasi pembinaan penataan Desa Pakraman.

Denpasar (Bisnis Bali) – Setelah Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar Utara dan Denpasar Timur, kini giliran Kecamatan Denpasar Selatan yang di evaluasi oleh Tim Sabha Upadesa Kota Denpasar. Pada kesempatan ini Desa Pakraman Panjer yang menjadi duta dalam Evaluasi Pembinaan Penataan Desa Pakraman dan Taman Gegirang Tingkat Kota Denpasar, belum lama ini di Wantilan Desa Pakraman Panjer.

Evaluasi desa pakraman ini dihadiri dan disaksikan langsung Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya, sekaligus membuka evalusi dengan penerimaan awig-awig Desa dari Jro Bendesa Desa Pakraman Panjer, I Nyoman Budiana. Hadir juga dalam evaluasi ini  Plt. Kebudayaan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sujati, Camat Denpasar Selatan, AA Gde Risnawan, Ketua Tim Panureksa Sabha Upadesa Kota Denpasar, I Wayan Meganada, Kades, Lurah, Tim Sabha Upadesa dan Krama Desa Pakraman Panjer.

Dalam evaluasi pembinaan penataan Desa Pakraman Kota Denpasar ini, Desa Pakraman Panjer mengikutkan 9 Banjar Adat.

“Penilaian Evaluasi Pembinaan Penataan Desa Pakraman ini janganlah dijadikan suatu beban, akan tetapi jadikanlah suatu kebutuhan untuk masyarakat semua, dikarenakan kebudayaan adalah sebuah kebutuhan di Bali, yang merupakan salah satu cara mengangkat harkat dan martabat atau harga diri kebudayaan kita sebagai orang Bali,’’ ujarnya.

Lanjutnya, kebudayaan itu di dunia adalah sebuah harga diri. Di mana kebudayaan ini sangat dekat dengan Desa Pakraman, disinilah bibit-bibit kebudayaan harus terus dikembangkan dan dipertahankan

Kata Wali Kota Rai Mantra, di era globalisasi ini tantangan sebuah desa pakraman dalam mempertahankan kebudayaan harus didasari oleh konsep Tri Hita Karana yang meliputi Parahyangan yang merupakan kepercayaan terhadap Tuhan, Pawongan merupakan perwujudan antar sesama manusia dan Palemahan perwujudan alam semesta atau lingkungan/wilayah yang merupakan inti dari sebuah kebudayaan yang harus di jalani. Oleh sebab itu, diperlukan strategi kegiatan kebudayaan dalam sebuah objek sebagai unsur-unsur sebuah kebudayaan, dimana unsur kebudayaan ini terdiri tujuh unsur yang meliputi Agama, Aksara, Seni, Organisasi Sosial, Pendidikan, Ekonomi dan Teknologi, ketujuh unsur inilah yang disebut dengan Ketahanan Desa Pakraman.

Sementara Ketua Tim Panureksa Sabha Upadesa Kota Denpasar, I Wayan Meganada mengatakan, Lomba Pembinaan Penataan Desa Pakraman dan Taman Gegirang Tingkat Kota Denpasar di masing-masing Kecamatan ini guna memberikan pembinaan kepada Desa Pakraman untuk meningkatkan peran sertanya dalam menggali, melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Bali. Dikarenakan Denpasar merupakan tempat sebagai titik pertemuan masyarakat Bali untuk mencari nafkah. ‘’Jadi dengan pembinaan ini kebudayaan di Denpasar bisa tetap dipertahankan. Selain juga untuk meningkatkan ketahanan sebuah desa pakraman, dimana indentitas budaya yang ada tidak  akan hilang begitu saja jika sebuah ketahanan pelestarian budaya daerah terus di jaga, di rawat, dipertahankan dan di teruskan oleh generasi muda sekarang ini,’’ tandasnya. (sta)

BAGIKAN