Di tengah harga yang fluktuatif dan tingginya risiko usaha ternak sapi akibat kematian hingga pencurian, kini pemerintah menggelontorkan program baru dalam bentuk asuransi. Tak tanggung-tagung, besaran premi yang diberikan mencapai maksimal Rp10 juta per ekor. Bagaimana mekanismenya? 

USAHA peternakan memiliki berbagai risiko. Di antaranya, diakibatkan kecelakaan, bencana alam termasuk wabah penyakit. Berkenaan dengan hal tersebut, kemudian diterbitkan pedoman bantuan premi asuransi ternak sapi melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 56/Kpts/SR.230/B/06/2016 tanggal 6 Juni 2016. Tujuannya, untuk mengalihkan risiko kerugian usaha kepada pihak lain melalui skema pertanggungan asuransi.
Kepala Cabang PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Persero Denpasar, Nyoman Yuda Palguna mengungkapkan, program asuransi sapi ini sasarannya adalah melindungi peternak sapi dari kerugian usaha akibat kematian atau kehilangan, supaya peternak dapat melanjutkan usahanya. Imbuhnya, di Bali sendiri ada banyak kelompok yang bergerak di sektor peternakan sapi, selain dari sektor pertanian sehingga program ini memang menjadi hal yang menguntungkan.
Jelas Yuda Palguna, klaim yang diterima dari program asuransi ternak sapi ini maksimal mencapai Rp10 juta per ekor. Sementara premi dari program asuransi sapi ini adalah Rp200 ribu per tahun. Dari jumlah premi tersebut, 80 persen disubsidi oleh pemerintah dan sisanya atau Rp 40.000 dibebankan kepada para peternak atau pemilik sapi yang dibayarkan per tahun.– Selengkapnya Baca Koran Harian Bisnis Bali (man)