Industri Keripik Ayam Terkendala Pemasaran  

140
 Keripik Ayam Usaha Industri

Singaraja (Bisnis Bali) –Usaha industri makanan beberapa tahun terakhir di Buleleng terus berkembang dan merupakan bisnis yang cukup menggiurkan. Dengan banyaknya ragam serta inovasi resep makanan baik dari warisan leluhur atau resep makanan kreatif dan inovatif membuat bisnis kuliner kian pesat. Salah satu industri rumahan keripik ayam misalnya makanan camilan ini bisa jadi salah satu peluang usaha rumahan di bidang makanan yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan taraf ekonomi bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM). Akan tetapi untuk membuat usaha atau bisnis tersebut bisa berkembang dan dikenal di pasaran, dibutuhkan sistem promosi atau pemasaran yang baik dengan permodalan yang cukup mendukung.

Gede Sukerna, salah seorang pelaku usaha industri rumahan keripik ayam dari Dusun Mekar Sari, Desa Panji Buleleng, mengatakan usaha yang digeluti tiap 4-5 hari mampu memproduksi 10 kg keripik ayam dengan modal daging ayam bagian leher dan sayap, tepung terigu dan bumbu khas keripik. Dalam seminggu ia mampu memasarkan 60 bal atau 600 bungkus keripik yang dibanderol Rp 10.000 per bal isian 13 bungkus. Dengan omzet bersih Rp 1.000.000 per bulan, dia berharap ke depan pemasaran produknya ini mampu dikembangkan dan di pasarkan tidak hanya di Buleleng, akan tetapi di luar Buleleng. (ira)