Fashion Endek Tren,  Berimbas pada Permintaan Kain Meteran

129

FASHION endek yang terus berkembang, membawa imbas pada penjualan kain endek meteran. Tidak hanya orang pribadi, perusahaan dan instansi – instansi juga banyak yang menggunakan kain endek sebagai seragam.

Tri, pemilik toko Tri Kerti di pasar Kumbasari mengatakan, permintaan kain endek meteran cukup tinggi, ketimbang kamen endek.  “Semenjak tren busana endek dikembangkan Pemkot Denpasar, permintaan endek meteran mengalami lonjakan,” katanya. Hampir semua kantor dan instansi saat ini memiliki seragam dari endek, sehingga permintaan dalam jumlah besar kerap ia terima.

“Namun dua bulan belakangan permintaan sedikit menurun. Biasanya permintaan akan kembali membanjiri pada Desember,” katanya. Hal ini terkait dengan pengadaan seragam di masing-masing instansi.
Meski demikian, permintaan kain endek selalu ada. Karena selain untuk seragam, saat ini fashion endek sudah makin berkembang. Sehingga endek tidak saja digunakan pada acara resmi, namun juga pada kegiatan informal. Beragam model baju endek terus berkembang.
Modifikasi endek banyak ditawarkan di butik – butik. Bahkan, masyarakat juga kerap membuat desain sendiri, dengan memadupadankan bahan endek dan motif yang berbeda sehingga terlihat eksklusif dan tidak sama dengan yang lain.

Terkait harga endek meteran, Tri mengatakan, sangat beragam. Mulai dari Rp25 ribu per meter hingga Rp 50 ribu untuk endek polos. Sedangkan endek bermotif Rp 75 ribu hingga Rp 125 ribu per meter tergantung kualitas bahan. (pur)

BAGIKAN