Wisata Lumba-lumba Lovina masih Diminati  

105
Salah satu jukung yang membawa wisatawan menikmati atraksi lumba lumba 

Singaraja (Bisnis Bali) –  Pantai di Buleleng menyimpan berbagai pesona dan keindahan alam, salah satunya daya tarik wisata alam dengan habitat asli ikan lumba-lumba atau dolphin.

Wisata lumba-lumba hanya bisa dinikmati di kawasan Lovina dan sekitarnya.

Berdasarkan pantauan Bisnis Bali di objek wisata Lovina yang terkenal akan atraksi lumba-lumba di pagi hari yang dapat disaksikan dengan menyewa jukung yang disediakan sejumlah nelayan yang ada di sepanjang Pantai Lovina dengan tarif yang telah disepakati bersama.

Kadek Susila dari Asosiasi Catur Karya Bakti Segara, Desa Kalibukbuk Lovina mengaku menyewakan kurang lebih 58 jukung atau boat di kawasan Lovina mengatakan, populasi lumba-lumba di kawasan wisata Lovina masih sangat banyak dan atraksi lumba-lumba di pagi hari dengan cara yang masih sangat tradisional dengan naik jukung atau boat dari para nelayan masih diminati wisatawan.

Ia mengatakan, perkembangan wisata lumba-lumba tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan meski masih tetap ada wisatawan yang berkunjung untuk menikmati atraksi lumba-lumba akan tetapi tidak seperti tahun sebelumnya. Ia menambahkan, saat ini cara untuk menikmati atraksi lumba-lumba di alam bebas seperti laut masih sama seperti sebelumnya dengan menaiki jukung menuju ke tengah laut dari pukul 06.00 – 09.00 Wita dengan tarif Rp 100.000 per orang. Para nelayan selalu mengupayakan kepuasan wisatawan yang ingin melihat atraksi lumba-lumba serta kenyamaman dari lumba-lumba dengan mengatur kecepatan jukung, boat atau perahu dengan kecepatan sedang agar lumba lumba tidak terkesan dikejar kejar karena kondisi air laut yang tidak tenang karena  kecepatan jukung yang bervariasi. “Keberadaan lumba lumba saat ini masih seperti biasa hanya tergantung pada kondisi cuaca, jika kondisi cuaca cerah saat pagi hari maka kita bisa melihat lumba-lumba yang muncul lebih banyak dari biasanya begitu juga sebaliknya jika cuaca tidak bersahabat atau kondisi air laut tidak baik jumlah lumba-lumba yang muncul lebih sedikit bahkan menunggu munculnya lumba-lumba bisa lebih lama, selain itu kecepatan boat atau getaran air saat menggunakan jukung atau boat juga mempengaruhi ekosistem laut seperti lumba-lumba, para nelayan berusaha agar tidak membuat lumba-lumba stres. (ira)

BAGIKAN