Perbarindo Bali Gelar Survailen BPR Angkatan XXII  

104
kup-perbarindo survailen--- Peserta Pelatihan Penyegaran dan Survailen BPR Wilayah Bali Angkatan XXII di Hotel Golden Tulip saat berfose bersama.

Denpasar (Bisnis Bali) – DPD Perbarindo Bali menyelenggarakan Pelatihan Penyegaran dan Survailen BPR Wilayah Bali Angkatan XXII bertempat di Hotel Golden Tulip, Senin (29/9). Kegiatan pelatihan berlangsung tiga hari pada 26-28 September dibuka Bendahara DPD Perbarindo Bali bersama Ketua Yayasan Perbarindo Bali.

Ketua Yayasan Perbarindo Bali, Nyoman Sunarta mengatakan, kegiatan pelatihan penyegaran dan survailen BPR  ini diikuti komisaris dan direksi BPR yang masa berlakunya sertifikasi telah berakhir. Pelatihan penyegaran dan survailen ini diikuti 20 orang peserta. Materi pelatihan meliputi manajemen risiko, dan  analisi kredit.

Ia menjelaskan, kegiatan pelatihan penyegaran untuk memastikan apakah komisaris atau direksi pemegang sertifikat masih kompeten atau tidak di bidangnya. Masa berlaku sertifikat direksi atau komisaris berlaku selama 5 tahun.

Dipaparkannya, Yayasan Perbarindo merupakan perpanjangan tangan dari LSP Certif. Yayasan Perbarindo Bali menyelenggarakan rutin kegiatan pelatihan penyegaran dan survailen tiap 3 bulan dan diikuti dengan kegiatan sertifikasi direksi dan komisaris maupun kepala bagian.

Lebih lanjut dikatakannya, Perbarindo Bali menargetkan 2016 semua komisaris di Bali sudah tersertikasi. Diimbau kepada komisaris dan direksi BPR yang belum tersertifikasi segera mengikuti proses sertifikasi. Sesuai ketentuan OJK, 2017 semua direksi dan komisaris BPR wajib telah tersertifikasi.

Dalam persaingan termasuk memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pengurus komisaris, direksi dan kepala bagian wajib mengikuti aturan sertifikasi sesuai ketentuan OJK. Dengan mengantongi sertifikasi, masyarakat memiliki kesiapan mental menghadapi persaingan dan siap menghadapi tantangan ke depan yang lebih berat di tahun mendatang.

Menurutnya, saat perlambatan ekonomi secara nasional membawa dampak pendapatan masyarakat secara umum. Ini  berpengaruh terhadap penyaluran kredit di sektor lembaga keuangan. Ini juga terlihat dari peningkatan kredit bermasalah (NPL) di indutri perbankan.

Nyoman Sunarta menegaskan, melalui pelatihan penyegaran para direksi dan komisaris bisa berbagi pengalaman antar-para peserta. Antara lain mereka bisa mendiskusikan upaya menurunkan NPL. Pertemuan ini diharapkan tidak hanya untuk belajar tetapi juga berbagi pengalaman menjaga NPL tidak melampaui batas wajar 5 persen.

Bendahara DPD Perbarindo Bali, Made Musdastra mengatakan, kegiatan pelatihan penyegaran dan survailen ini hanya mengingatkan kembali kegiatan yang dilaksanakan komisaris dan direksi di lembaga perbankan masing-masing. Pelatihan ini juga untuk membagi pengalaman melalui pelatihan dan survailen. (kup/)