Lebih Murah, Pakaian Adat Sistem Paket Jadi Alternatif

91

Denpasar (Bisnis Bali) –  Fluktuatifnya perekonomian dan kepariwisataan Bali belakangan ini, membuat sebagian masyarakat mulai mengencangkan ikat pinggang dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Termasuk dalam membeli pakaian adat.

‘’Konsumen kami belakangan ini cenderung memilih pakaian adat pria yang jenis paket (destar, saput, yoko) karena jatuhnya lebih murah dibandingkan harga eceran,’’ ujar Widya, salah seorang pemilik butik kebaya, di kawasan Denpasar, Senin (26/9).

Lanjutnya, kendati tanpa momen hari raya, pakaian adat Bali untuk pria hingga kini memiliki prospek pemasaran yang cerah dari waktu ke waktu. ‘’Rata-rata produk kami ini laku puluhan pcs per hari dari berbagai varian,’’ ungkapnya.

Katanya, prospeknya bisnis aksesori adat ini juga seiring berkembangnya desain dan motif destar dan baju yoko, yang dibuat oleh kalangan produsen/desainer fashion. ‘’Misalnya destar kini dilengkapi dengan bordiran. Produk ini kami jual dengan harga Rp 35.000 per pcs,’’ jelasnya.– Selengkapnya Baca Koran Harian Bisnis Bali     (aya)

BAGIKAN