Wisuda Undiknas University Dosen Muda Wajib S3 ke Luar Negeri  

543

Denpasar (Bisnis Bali) – Undiknas University kembali menghasilkan human capital yang memiliki kompetensi dan siap berkontribusi untuk pembangunan bangsa, dengan melepas wisudawan dan wisudawati sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) periode September 2016. Wisuda yang dilaksanakan di auditorium Undiknas University, Sabtu (24/9/) ini, dilepas langsung Rektor Undiknas University Prof. Ir. Gede Sri Darma, S.T., M.M., DBA., FPE.

Undiknas menyerahkan ijazah kepada 182 wisudawan dari Program Studi Manajemen, Program studi Akuntansi, Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Studi Ilmu Komunikasi, Program Studi Ilmu Hukum, Program Studi Teknik Sipil, Program Studi Teknik Elektro, Program Studi Magister Manajemen dan Program Magister Administrasi Publik.

Dengan bertambahnya lulusan yang diwisuda pada periode September ini, jumlah keseluruhan alumni Undiknas sejak berdiri 47 tahun yang lalu hingga hari ini mencapai 20.423 alumni (20.241+182). Prof. Sri Darma mengatakan, hal yang membanggakan, pada tahun ini kembali Program Magister Manajemen Undiknas menghasilkan tiga orang wisudawan Undiknas yang mampu meraih gelar akademik MBA (Master of Business Administration). Gelar akademik tersebut merupakan sebuah prestasi luar biasa dengan mampu memenuhi tiga persyaratan khusus yaitu IPK di atas 3,75, nilai TOEFL di atas 550 dan tesis ditulis serta dipresentasikan dengan bahasa Inggris.

Tak hanya itu, tahun ini bertambahnya 2 orang doktor baru yang dimiliki oleh Undiknas. Keduanya adalah Luh Putu Mahyuni, Ph.D.,CA. yang menyelesaikan studi doktoral di Curtin University, yang bertempat di Perth, Australia, dan merupakan doktor kedua lulusan dari luar negeri setelah Prof. Sri Darma. Selain itu, ada Dr. Ni Nyoman Juwita Arsawati, S.H., M.Hum. yang juga baru saja menyelesaikan studi doktoral di Program Doktor Universitas Udayana.

Undiknas University tahun ini juga resmi menjadi member dari akreditasi internasional; Abest21. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena Undiknas merupakan satu-satunya kampus di wilayah Indonesia bagian timur yang menjadi member dari badan akreditasi internasional ini,” katanya.

Selain itu, tahun ini Undiknas juga secara resmi sudah membuka international class, yang bekerja sama dengan beberapa kampus dari luar negeri. Nantinya pun, lulusan international class akan menyandang gelar bereputasi internasional.

“Semoga upaya dan usaha yang kami lakukan sejauh ini mampu menjadi value added dan competitive advantage dalam rangka mewujudkan tagline Undiknas University, yaitu: Accelerate Your Quality Improvement for Better Future,” ujarnya.

Lanjut Prof. Sri Darma menekankan di tengah persaingan globalisasi, dosen yang muda ke depannya wajib kuliah S3 di luar negeri. Dosen sebaiknya tidak hanya berwawasan nasional namun bisa mengembangkan diri, ilmu karena mahasiswa yang datang ke Undiknas nantinya akan banyak dari luar negeri. Saat MEA 2020 nanti akan terjadi era keterbukaan termasuk di dunia pendidikan sehingga dosen dituntut berwawasan luas dan lancar berbahasa Inggris.

“Kami harapkan 5-7 tahun mendatang dosen Undiknas lulusan S3 luar negeri akan bertambah banyak,” harapnya.

Prof. Sri berpesan kepada wisudawan agar jangan pernah berhenti belajar, karena kehidupan yang sebenarnya tidak pernah berhenti mengajarkan tentang hal-hal yang baru. Manusia yang berhenti belajar diibaratkan seperti sebuah bangunan rapuh tanpa fondasi yang kokoh. “Teruslah belajar, teruslah meningkatkan kompetensi diri, dan jangan berpuas diri atas apa yang telah dicapai hingga saat ini, persiapkan diri Anda, karena perjuangan yang sebenarnya di luar sana, jauh lebih berat dari apa yang telah dilewati hingga hari ini,” ucapnya.

Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. mengatakan, perguruan tinggi wajib meningkatkan mutu pendidikan secara sistematik dan berkelanjutan. Pengelola perguruan tinggi di samping dituntut secara terus-menerus meningkatkan kualitas, juga dituntut untuk mampu mengubah pola pikir (mindset) mahasiswa selama mengikuti pendidikan. Mahasiswa wajib mampu melakukan berbagai improvisasi yang mengarah kepada hal-hal yang inovatif, produktif dan efektif, sehingga mereka menjadi tunas-tunas muda yang dinamis, progresif dan mandiri. (dik/)

 

BAGIKAN