WCF 2016 Ajak Kaum Muda Apresiasi Kebudayaan

106
WCF - Dirjen Kebudayaan dari Kemendikbud Hilmar Farid  saat memaparkan materi terkait WCF 2016 Kamis (22/9)

Mangupura (Bisnis Bali) – World Culture Forum kembali digelar untuk kedua kalinya. Digelar tiap tiga tahun sekali, perhelatan berskala internasional tersebut akan diselenggarakan 10-14 Oktober 2016  di Nusa Dua Convention Centre.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, belum lama ini mengatakan, dipilihnya Bali sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Mengutip dari buku Road to World Culture Forum 2016, Bali menurutnya telah dipertimbangkan sebagai pusat untuk melakukan berbagai diskusi pembangunan kebudayaan dunia. Adapun WCF 2016 ini juga akan mengusung tema Culture for an Inclusive Sustainable Planet.

”Topiknya kenapa kita mengambil demikian, karena kebudayaan tidak bisa dipandang sebagai sektor yang bisa berdiri sendiri. Kebudayaan ini ibaratnya berada di hulunya pembangunan. Artinya baik Indonesia maupun dunia mestinya menaruh perhatian pada isu-isu kebudayaan saat ini,” katanya, saat konferensi pers, Kamis (22/9).

Menurut Hilmar, kepedulian terhadap kebudayaan bisa dilihat dari banyak komunitas pemerhati kebudayaan yang aktif saat ini. Ia juga menegaskan bahwa perhelatan WCF 2016 ini bukan hanya sekadar seremonial yang mengangkat nama Indonesia sebagai tuan rumah, tapi juga dapat menjadi tolok ukur sekaligus wadah bagi peserta untuk saling berinteraksi mengenai kekayaan budaya masing-masing. Adapun WCF 2016 juga tergabung dalam perhelatan Youth Forum yang akan dimulai pada Oktober 2016. Forum yang diikuti 200 anak muda yang setengahnya berasal dari luar negeri ini nantinya akan menjadi ruang bagi mereka untuk mendefinisi dan mengekspresikan kebudayaan menurut pandangan masing-masing. (ard)