LPD di Buleleng Berkembang Pesat  

486
Rapat Kordinasi yang di gelar BKS LPD Buleleng

Singaraja (Bisnis Bali) –  Keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) saat ini dinilai sangat mendukung dari sektor ekonomi bagi masyarakat di wilayahnya. Saat ini LPD menjadi lembaga yang dipercaya oleh nasabah serta sehat dan produktif dari segi keuangan diharapkan mampu memberikan manfaat tentu harus dikembangkan. Akan tetapi keberhasilan LPD  tidak lepas dari respons cepat prajuru desa pekraman dalam melegitimasi keberadaan LPD di desanya dalam bentuk perarem desa.

Menurut Ketua BKS LPD, Made Nyiri Yasa, usai menggelar rapat koordinasi bersama LPD se-Kabupaten Buleleng, Jumat (23/9), perkembangan LPD khususnya di Buleleng sangat pesat dan baik. Ia mengatakan, perkembangan LPD dari tahun ke tahun meningkat dan memiliki aset hingga Rp 1,7 triliun terbukti dari tabungan, deposito, dan simpanan berjangka yang meningkat . “Tergantung dari sisi mana kita menilai, kalau dipandang dari sejumlah sudut pandang mungkin ada LPD  yang bermasalah itu di besar besarkan otomatis  menjadi sedikit mengganggu ibarat  nila setitik susu sebelanga, kalau kita memandang dari sisi baik ibarat susu LPD itu berkembang bagus, namun ketika kita memandang LPD itu dari nila setitik atau beberapa sisi negatif ya jangan disamakan,” katanya.

Pihaknya berharap LPD yang sudah berkembang dengan baik diharapkan mampu  memanajemen dan mengelola secara baik bagi masing-masing LPD harus memiliki opini atau cara memberikan  motivasi pada masyarakat agar LPD menjadi pilihan dan meyakinkan LPD yang masih berjalan tidak mengalami bangkrut dan tetap jalan. “Biar diyakini bahwa LPD kita tidak akan bangkrut sehingga tidak terjadi sistemik, artinya LPD lain bangkrut , bagaimana LPD kita agar tidak bangkrut biar tidak seperti itu,” ujarnya.

“Ke depan kalau yang namanya pengelolaan yang normal seperti kekurangan likuiditas itulah yang perlu kita pikirkan ke depan, kami sudah usulkan dari BKS LPD Kabupaten Buleleng semacam modurator atau menangani teman  yang secara tiba tiba kekurangan dana  jangan sampai lama tidak terbantu. (ira)