Pertumbuhan ekonomi Bali tidak dapat dipisahkan dari peran pemerintah sebagai otoritas fiskal melalui realiasasi anggaran APBD provinsi dan kabupaten/kota. Utamanya dalam pembangunan infrastrukstur sebagai stimulus yang memiliki efek multiplier terhadap perkembangan perekonomian Bali. Bagaimana stabilitas keuangan Bali?

PERTUMBUHAN ekonomi Bali pada 2016 diprediksi meningkat seiring dengan perkiraan peningkatan industri pariwisata dan industri pengolahan. Industri pariwisata diperkirakan mengalami peningkatan seiring upaya pemerintah me-rebranding dan mempromosikan Bali sebagai destinasi pariwisata. Peningkatan industri pengolahan didorong oleh pelaku usaha dalam meningkatkan akses pasar dengan mengembangkan alternatif segmen baru (domestik dan ekspor).

Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan III 2016 diprediksi 6,42-6,82 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian pada triwulan II yang mencapai 6,53 persen. Dari sisi permintaan, perkiraan peningkatan kinerja perekonomian bersumber dari seluruh komponen sisi perkintaan seiring dengan masuknya periode musim puncak liburan. Adanya kebijakan penurunan suku bunga juga berdampak terhadap kelangsungan dunia usaha di Bali.

Bagaimana kinerja keuangan? Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Causa Iman Karana menjelaskan, kinerja keuangan pemerintah Bali triwulan II 2016 mengalami kenaikan. Ini terlihat dari realisasi belanja APBD Bali yang telah mencapai 30,36 persen lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat 25,15 persen.

“Sejalan dengan kondisi tersebut, realiasasi belanja APBD kabupaten/kota di Bali dan APBD turut mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya.  – Selengkapnya Baca Koran Harian Bisnis Bali    (dik)

 

BAGIKAN