Siobak Buleleng Mendunia dan Diminati Wisatawan   

1093
Syobak yang diminati wisatawan 

Singaraja (Bisnis Bali) –  Buleleng memiliki beragam menu andalan yang bisa dijadikan wisata kuliner atau oleh-oleh khas Buleleng. Sejumlah daerah di Bali berlomba-lomba untuk memikat hati kalangan wisatawan yang berkunjung dengan menu-menu yang menjadi andalan daerah-daerah tersebut yang tentunya secara tidak langsung berpengaruh besar terhadap peningkatan pariwisata bagi wisatawan yang tidak ingin ketinggalan akan menu-menu andalan di kawasan Singaraja.

Salah satu menu andalan Kabupaten Buleleng adalah siobak, yakni olahan daging babi yang awalnya adalah merupakan makanan orang Tionghoa yang kini dikembangkan di Bali yang dipadupadankan dengan bumbu khas. Makanan yang cukup menyita perhatian berbagai kalangan ini cukup diminati masyarakat serta sejumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Buleleng. Siobak sendiri merupakan kuliner khas Bali yang sudah terkenal hingga mancanegara. Saat ini di Buleleng banyak ditemukan pebisnis kuliner siobak.

Berdasarkan pantauan Bisnis Bali di Rumah Makan Aye Siobak milik  I Ketut Utama yang merupakan salah satu dari sekian banyak penjual menu andalah Buleleng yakni siobak yang sudah berjualan hingga 41 tahun mengatakan, keberadaan kuliner siobak memang tak lekang oleh waktu dan masih memiliki peminat yang cukup tinggi khususnya di Buleleng yang menjadi daerah tujuan wisata bagi para wisatawan baik masyarakat lokal Buleleng di luar Buleleng, wisatawan domestik dan mancanegara sehingga sampai saat ini sudah banyak cabang ataupun rumah makan yang menyediakan menu yang terdiri dari jeroan babi serta bagian-bagian babi dengan campuran bumbu dengan menggunakan kecap asin dan kecap manis sebagai cita rasa. “Masing masing pedagang memiliki dapur atau resep tambahan tersendiri dalam meracik bumbu dari siobak ini, untuk pelayanan kami tetap utamakan salah satu contoh pemilihan daging karena tidak semua konsumen memiliki selera yang sama pastinya jadi kita berikan pelanggan memilih bagian daging yg mereka sukai,” katanya.

Ia mengatakan, peminat siobak akan mengalami peningkatan mencapai 50 persen ketika libur hari raya dan week end. Peminat siobak ini masih tinggi karena harga yang sangat terjangkau Rp 25.000 per porsi, siobak juga menjadi menu andalan yang dicari cari oleh wisatawan ataupun masyarakat Buleleng. (ira)

BAGIKAN