Ni Nyoman Ayu Upadani Tak harus Modal Besar

260

GUNA menjadi pengusaha, tidak selalu modal besar yang menjamin kesuksesan usaha. Pasalnya, salah seorang wirausaha yang bernama lengkap Ni Nyoman Ayu Upadani,  hanya bermodalkan Rp 500.000 untuk memulai usahanya di bidang kerajinan sandal Bali, yang selanjutnya bisa berkembang seperti saat ini.

Berawal dari keputusannya untuk berhenti menjadi karyawan hotel yang dikarenakan kewajibannya sebagai ibu untuk mengurus anak,  wanita kelahiran, Munggu 4 Januari 1976 ini menekuni kegiatan pasang monte,  yang bisa dikerjakan di rumah untuk dapat membantu penghasilan. Pekerjaan sambilan yang ditawarkan oleh iparnya itu dibagi-bagikan kepada teman-teman satu rumah kos yang juga tidak memiliki pekerjaan tetap pada waktu itu.

“Dari pengerjaan monte itu,  saya mengambil keuntungan Rp 500 untuk tiap barang yang dikerjakan teman-teman.  Hingga pada akhirnya saya mampu mengumpulkan uang Rp. 500.000 yang selanjutnya saya gunakan sebagai modal usaha,” katanya.

Dari uang itu dia berpikir untuk memasarkan produk-produk tersebut kepada teman-temannya, khususnya tas dan sandal. Yang pada waktu itu sistemnya dia membeli produk dan dijualnya kembali.

Seiring berjalannya waktu,  istri dari I Gede Dharmayasa ini berpikir untuk memproduksi produk sendiri produk yang dipasarkannya. “Pada waktu itu saya mendapatkan jalan untuk bisa memproduksi sendiri. Dengan berawal dari sewa tempat, saya memulai memproduksi berbagai jenis sandal yang selanjutnya gencar saya pasarkan,” ungkapnya.

Ekspor sandal pertama dilakukannya ke Jepang,  yang dengan mendapat kesempatan kerja sama dengan tamu yang dulunya sering berkunjung dan menginap di hotel tempatnya bekerja.  Lambat laun,  bisnisnya makin berkembang yang dia bisa mengekspor produk-produknya hingga ke negara Australia, Prancis,  Italia,  Spanyol dan Hawai.

Tidak hanya ekspor, ibu dari Candra Pudak Lestari, Bintang Lestari dan Intan Lestari ini juga memiliki pasar lokal yang baik. “Untuk lokal,  sebagaian mal-mal besar yang ada di Bali sudah kerja sama dengan kami.  Selain itu beberapa outlet juga kami sudah miliki,” ungkapnya.

Ia mengaku. tidak pernah berpikiran menjadi pengusaha seperti ini sebelumnya. Namun, darah wirausaha memang ada dalam dirinya mengingat kedua orangtuanya adalah seorang pedagang. Ke depannya dia berharap bisa mengembangkan kembali usaha yang dimiliki,  serta bisa membantu masyarakat Bali lainnya.

“Ke depannya saya ingin memberi pelatihan kepada masyarakat Bali untuk bisa memproduksi produk-produk kami.  Sedikit tidaknya hal ini akan membantu sedikit perekonomian masyarakat,” ungkapnya. (wid)

BAGIKAN