AA Ngurah Adhi Ardhana Dukung “Admission Fee”  

140

GABUNGAN Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali sedang memperjuangkan admission fee 10 dolar AS kepada wisatawan untuk protection culture dan pelestarian budaya Bali. DPRD Bali tentunya akan menyetujui upaya pemungutan admission fee ini hanya saja mesti didasarkan pada dasar hukum yang jelas.

Anggota DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana, Kamis (22/9) mengatakan, ia selaku wakil rakyat di DPRD Bali sependapat dengan pandangan Ketua GIPI Bali. Demikian pula dengan Pemprov Bali dalam upaya pelestarian budaya Bali.

Ia menjelaskan, namun dalam menuju ke protection culture tersebut Bali memerlukan roadmap yang tepat. Ini karena admission fee ini berbeda arah dengan keinginan pemerintah pusat.

Dipaparkannya, pemerintah pusat saat ini ingin mengurangi hambatan dalam upaya meningkatkan kunjungan pariwisata. Pungutan admission fee ini bisa menjadi bagian menghambat kedatangan wisatawan ke Indonesia khususnya ke Bali.

Menurutnya, Pemprov Bali bersama GIPI Bali perlu kembali merumuskan upaya perjuangan tersebut. Seperti diketahui sebelumnya, banyak kaitan admission fee. Ini di antaranya mulai dari proses pemungutannya.

AA Ngurah Adhi Ardhana menambahkan, ini termasuk pengelolaan dan peruntukan dana admission fee yang terkumpul nantinya. Ini agar pemanfaatan dana admission fee ini tidak terjadi seperti halnya pembagian dana PHR Kota Denpasar dan Kabupaten Badung saat ini. (kup)

BAGIKAN