Gonjang Ganjing Harga Rokok “Vape” Makin Diminati

1191

 

‪Rencana kenaikan harga rokok hingga 150 persen, membuat para perokok mulai berpikir untuk beralih ke rokok elektrik, yang lebih dikenal dengan “Vape”.  Menurut I Putu Bagus Marka Hirdaya, pemilik Marka’s Vape Pro di bilangan jalan Kebo Iwa, Denpasar, Vape masuk Bali dari tahun 2012 dan saat ini tengah booming-booming-nya. Terlebih lagi dengan rencana kenaikan harga rokok, omzetnya naik hingga 40 persen.

Banyak masyarakat yang awam, mulai bertanya-tanya tentang rokok elektrik. Apa keunggulan rokok elektrik, dampak positif dan negatifnya?  Ia menjawab, “Hal yang dapat saya jelaskan sesuai pengalaman pribadi saya, sebagai perokok berat yang ingin berhenti merokok merasakan perbedaan setelah menggunakan Vape.” Berdasarkan pengalamannya setelah beralih menggunakan Vape,  ketika bangun pagi dada terasa segar dan dahak tidak terlalu banyak. Dari hasil medical check-up ketika masih merokok paru-paru sudah keriput dan berwarna kehitaman, namun setelah 6 bulan menggunakan Vape kondisi sudah hampir normal dan bersih,” tuturnya.

Bagus Marka mengatakan, Vape memang sedikit berbeda dari rokok. Kalau rokok mengeluarkan asap, sedang Vape mengeluarkan uap. Dari segi rasa juga berbeda, di mana Vape memiliki beragam pilihan rasa. Di mana rasa yang ditawarkan terbagi dalam dua kategori rasa yaitu buah-buahan dan creame. Rasa yang paling diminati adalah rasa mangga.

Dari segi harga Bagus Marka mengatakan tidak bisa dikatakan murah, dan  cenderung untuk kalangan menengah ke atas. Di mana harga termurah untuk Vape siap pakai mulai Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. Sementara untuk harga liquid atau cairan rasa Rp 80 ribu-Rp 180 ribu yang bisa digunakan hingga 1 minggu untuk pemakaian normal.

Dari segi kandungan nikotin, Bagus Marka mengatakan, mengandung nikotin cair dari buah tomat. Namun ada yang kandungan nikotin nol, sehingga ada pilihan bagi pelanggan. (pur)

BAGIKAN