Singaraja (BisnisBali) - Wisata bahari di Kabupaten
Buleleng sejak dahulu cukup memberikan hasil kepada masyarakat
yang mengeluti wisata ini (sebagai pemandu wsiata bahari).
Dengan modal perahu dengan mesin dorong serta peralatan pengaman
sederhana masyarakat sudah bisa mengantarkan tamu asing untuk
berwisata ke tengah laut.
Wisata bahari yang paling diminati adalah dolpin dan snorkling.
Tamu asing sangat tertarik untuk diatarkan melihat ikan lumba-luma
(dolpin) maupun menyelam melihat pemandangan bahwa laut.
Karena makin berkembangnya wisata bahari dan masyarakat yang
bergelut dalam wisata bahari ini kian banyak sehingga menimbulkan
persaingan yang kian ketat. Persaingan ini terjadi ketika
pemandu wisata bahari beramai-ramai menuju lokasi melintasnya
dolpin.
Sementara jumlah dolpin yang muncul sangat terbatas. Agar
tamu asing bisa dilayani dengan baik tentu pemandu wisata
harus berlomba-lomba untuk mendekati dolpin.
Perilaku pemandu wisata bahari seperti ini sangat disayangkan,
sebab jika dolpin dikejar beramai-ramai seperti yang terjadi
sekarang sudah tentu dampaknya akan makin sedikit dolpin yang
muncul di sekitar pantai Lovina. Bahkan sekarang saja dolpin
sudah sulit ditemukan akibat perilaku yang kurang baik itu.
‘’Kalau terus-terusan perilaku pemandu wisata
seperti sekarang saya khawatir dolpin di Lovina akan berpindah
ke tempat lain,’’ kata Made Kardika seorang pelaku
wisata di Lovina, Minggu (21/9) kemarin.
Menurut Kardika, dolpin sebagai objek wsiata bahari yang sudah
banyak mendatangkan dolar untuk masyarakat di Lovina harus
dipelihara. Terutama bagi pemandu wisata bahari ini perlu
mengubah cara ketika mengantarkan tamu untuk melihat dolpin
tidak perlu sampai mengejar sehingga dolpin tidak menjadi
stres ketika dikejar beramai-ramai.
Yang paling penting harus dilakukan pemandu wisata bahari
untuk menjaga kelangsungan dolpin adalah dengan memberikan
pakan berupa ikan kecil-kecil.
Diyakni dengan cara ini dolpin akan tidak stres malahan akan
bisa menarik agar mendekat dengan perahu, sehingga tamu pun
menjadi senang. ‘’Sayangnya tidak ada kepedulian
pemandu wisata bahari ini untuk sekadar membawakan ikan kecil
untuk pakan dolpin.
Untuk itu, saya harapkan kepedulian pemandu wisata bahari
ikut melestarikan dolpin agar jangan memanfaatkan saja tapi
harus diimbangi dengan kepedulian sehingga dolpin di Lovina
akan tetap lestari,’’ tambahnya seraya mengatakan
kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten
Buleleng agar turun ke lapangan untuk memberikan pembinaan
dan penyadaran kepada pemandu wisata bahari di Lovina dan
sekitarnya. Dengan pembinaan ini paling tidak pelaku wisata
bahari memperhatikan populasi dolpin. *mud
|