22 September 2008  
Home
Berita Terkini

 

Perilaku Buruk Ancam Kelangsungan Dolpin di Lovina
Singaraja (BisnisBali) - Wisata bahari di Kabupaten Buleleng sejak dahulu cukup memberikan hasil kepada masyarakat yang mengeluti wisata ini (sebagai pemandu wsiata bahari).

Dengan modal perahu dengan mesin dorong serta peralatan pengaman sederhana masyarakat sudah bisa mengantarkan tamu asing untuk berwisata ke tengah laut.

Wisata bahari yang paling diminati adalah dolpin dan snorkling. Tamu asing sangat tertarik untuk diatarkan melihat ikan lumba-luma (dolpin) maupun menyelam melihat pemandangan bahwa laut.

Karena makin berkembangnya wisata bahari dan masyarakat yang bergelut dalam wisata bahari ini kian banyak sehingga menimbulkan persaingan yang kian ketat. Persaingan ini terjadi ketika pemandu wisata bahari beramai-ramai menuju lokasi melintasnya dolpin.

Sementara jumlah dolpin yang muncul sangat terbatas. Agar tamu asing bisa dilayani dengan baik tentu pemandu wisata harus berlomba-lomba untuk mendekati dolpin.

Perilaku pemandu wisata bahari seperti ini sangat disayangkan, sebab jika dolpin dikejar beramai-ramai seperti yang terjadi sekarang sudah tentu dampaknya akan makin sedikit dolpin yang muncul di sekitar pantai Lovina. Bahkan sekarang saja dolpin sudah sulit ditemukan akibat perilaku yang kurang baik itu.

‘’Kalau terus-terusan perilaku pemandu wisata seperti sekarang saya khawatir dolpin di Lovina akan berpindah ke tempat lain,’’ kata Made Kardika seorang pelaku wisata di Lovina, Minggu (21/9) kemarin.

Menurut Kardika, dolpin sebagai objek wsiata bahari yang sudah banyak mendatangkan dolar untuk masyarakat di Lovina harus dipelihara. Terutama bagi pemandu wisata bahari ini perlu mengubah cara ketika mengantarkan tamu untuk melihat dolpin tidak perlu sampai mengejar sehingga dolpin tidak menjadi stres ketika dikejar beramai-ramai.

Yang paling penting harus dilakukan pemandu wisata bahari untuk menjaga kelangsungan dolpin adalah dengan memberikan pakan berupa ikan kecil-kecil.

Diyakni dengan cara ini dolpin akan tidak stres malahan akan bisa menarik agar mendekat dengan perahu, sehingga tamu pun menjadi senang. ‘’Sayangnya tidak ada kepedulian pemandu wisata bahari ini untuk sekadar membawakan ikan kecil untuk pakan dolpin.

Untuk itu, saya harapkan kepedulian pemandu wisata bahari ikut melestarikan dolpin agar jangan memanfaatkan saja tapi harus diimbangi dengan kepedulian sehingga dolpin di Lovina akan tetap lestari,’’ tambahnya seraya mengatakan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng agar turun ke lapangan untuk memberikan pembinaan dan penyadaran kepada pemandu wisata bahari di Lovina dan sekitarnya. Dengan pembinaan ini paling tidak pelaku wisata bahari memperhatikan populasi dolpin. *mud
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost