22 September 2008  
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Harga Turun, Aksesori Emas Diminati
Gianyar (BisnisBali) – Permintaan aksesori emas seperti gelang, kalung, cincin dan anting-anting kini mulai melonjak. Ini seiring dengan mulai turunnya harga emas sejak beberapa hari terakhir ini.

Salah seorang perajin aksesori emas, IA Ratna, baru-baru ini mengungkapkan, harga emas murni 22 karat sekarang mencapai Rp 250.000 per gram. Ini berarti mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 290.000 per gram.

Khusus untuk emas perhiasan, diperdagangkan dari Rp 240.000 sampai Rp 250.000 per gram. Penurunan harga emas di pasaran saat ini, membuat permintaan aneka kerajinan emas mulai menggeliat.

Untuk emas perhiasan model gelang, saat ini banyak dilirik konsumen baik laki-laki maupun perempuan. Salah satunya adalah gelang kombinasi kayu uli dengan emas yang bisa dipakai kaum perempuan maupun laki-laki.

“Selain kalung, gelang emas kombinasi kayu uli dengan berat 10 gram ke atas, saat ini juga cukup diminati. Terlebih jika banyak ada kegiatan upacara keagamaan di pura,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerajinan emas dengan kadar 22 karat ke bawah, masih diminati konsumen kendati harganya sudah menunjukkan penurunan. Khusus untuk konsumen kelas menengah ke bawah, cenderung memilih emas dengan kadar 18 – 21 karat. Di samping itu, nilai jualnya juga lebih murah. Sementara dari sisi bentuk dan warna emas, tidak ada bedanya.

Perajin emas di Celuk Sukawati, Wartana menambahkan, sejak mulai turunnya harga emas di pasaran, permintaan aneka aksesori kerajinan emas menunjukkan peningkatan.

Namun, hanya terjadi saat ada upacara adat maupun keagamaan. Begitu kegiatan upacara adat dan keagamaan tidak ada, permintaan emas kembali sepi.

Ia mencontohkan, hari raya Galungan dan Kuningan, permintaan aneka aksesori kerajinan emas sedikit mengalami kenaikan. “Pembelinya memang ada, tapi tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” *mur

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost