Gianyar (BisnisBali) – Permintaan aksesori
emas seperti gelang, kalung, cincin dan anting-anting kini
mulai melonjak. Ini seiring dengan mulai turunnya harga emas
sejak beberapa hari terakhir ini.
Salah seorang perajin aksesori emas, IA Ratna, baru-baru ini
mengungkapkan, harga emas murni 22 karat sekarang mencapai
Rp 250.000 per gram. Ini berarti mengalami penurunan dari
sebelumnya Rp 290.000 per gram.
Khusus untuk emas perhiasan, diperdagangkan dari Rp 240.000
sampai Rp 250.000 per gram. Penurunan harga emas di pasaran
saat ini, membuat permintaan aneka kerajinan emas mulai menggeliat.
Untuk emas perhiasan model gelang, saat ini banyak dilirik
konsumen baik laki-laki maupun perempuan. Salah satunya adalah
gelang kombinasi kayu uli dengan emas yang bisa dipakai kaum
perempuan maupun laki-laki.
“Selain kalung, gelang emas kombinasi kayu uli dengan
berat 10 gram ke atas, saat ini juga cukup diminati. Terlebih
jika banyak ada kegiatan upacara keagamaan di pura,”
ujarnya.
Ia menambahkan, kerajinan emas dengan kadar 22 karat ke bawah,
masih diminati konsumen kendati harganya sudah menunjukkan
penurunan. Khusus untuk konsumen kelas menengah ke bawah,
cenderung memilih emas dengan kadar 18 – 21 karat. Di
samping itu, nilai jualnya juga lebih murah. Sementara dari
sisi bentuk dan warna emas, tidak ada bedanya.
Perajin emas di Celuk Sukawati, Wartana menambahkan, sejak
mulai turunnya harga emas di pasaran, permintaan aneka aksesori
kerajinan emas menunjukkan peningkatan.
Namun, hanya terjadi saat ada upacara adat maupun keagamaan.
Begitu kegiatan upacara adat dan keagamaan tidak ada, permintaan
emas kembali sepi.
Ia mencontohkan, hari raya Galungan dan Kuningan, permintaan
aneka aksesori kerajinan emas sedikit mengalami kenaikan.
“Pembelinya memang ada, tapi tidak seramai tahun-tahun
sebelumnya,” *mur