Jakarta (BisnisBali) – Departemen Pertanian
mengungkapkan selama Januari-Juli 2008 lebih dari 1,5 juta
pohon/rumpun buah-buahan terkena serangan organisme pengganggu
tanaman (OPT).
Direktur Perlindungan Tanaman Ditjen Hortikultura Deptan,
Sukirno di Jakarta, Minggu mengatakan, pohon buah-buahan yang
masuk komoditas unggulan hortikultura itu meliputi jeruk,
mangga, pisang, manggis dan durian.
"Jenis-jenis OPT yang menyerang buah-buah tersebut seperti
lalat buah, kutu daun, wereng daun, penggerek ranting, bercak
daun, ataupun layu bakteri," katanya
Dari 1,58 juta pohon buah-buahan yang terserang OPT selama
Januari-Juli 2008 itu, terbanyak pada pisang yakni 1,08 juta
rumpun, jeruk 329.083 pohon, mangga 152.242 pohon, durin,
9.388 pohon dan manggis 2.873 pohon.
Sementara itu luas serangan OPT pada tanaman buah selama lima
tahun terakhir yakni 2003-2007 tercatat mencapai 10,40 juta
pohon/rumpun. Selain tanaman buah-buahan, Ditjen Hortikultura
juga mencatat luas serangan OPT pada tanaman sayuran selama
semester I 2008 mencapai 9.830 hektar (ha).
Menurut Sukirno, jenis OPT pada tanaman sayuran diantaranya,
virus keriting, kutu daun persik, virus kuning, penggerek
daun, ulat daun, lalat krap, busuk basah daun, lalat buah
dan ulat bawang.
Tanaman utama sayuran yang terkena serangan hama dan penyakit
tersebut yakni cabai 2.521 ha, bawang merah 280 ha, kubis
1.023 ha, kentang 529 ha dan tertinggi pada tomat yakni 5.241
ha.
Luas serangan OPT pada tanaman buah selama 2003-2007 tercatat
81.460 ha yang mana tomat masih berada paling atas yakni mencapai
42.748 ha, kemudian cabai 18.127 ha.
Menyinggung upaya perlindungan tanaman yang telah dilakukan
Deptan untuk mengantisipasi serangan OPT pada tanaman buah
dan sayur, Sukirno mengatakan diantaranya survaillance, melakukan
peringatan dini kepada petani dan rekomendasi pengendalian.
Selain itu juga pelaksanaan program Sekolah Lapang Pengendalian
Hama Terpadu (SLPHT) yang mana untuk tahun ini dilaksanakan
di 11 propinsi atau 41 kabupaten/kota sebanyak 172 unit.
*ant
|