Denpasar (BisnisBali) –Hasil industri kecil
dan kerajinan yang selama ini menjadi komoditi ekspor, untuk
pertama kalinya akan dimasukkan dalam program pasar lelang
komoditi agro yang digelar di Denpasar sekali dalam sebulan.
"Kami akan mengundang eksportir untuk bisa bertemu dengan
pengusaha kecil dan kerajinan di pasar lelang," kata
Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Bali, Drs Bagus
Ketut Wijaya di Denpasar, Sabtu (22/3) lalu.
Perajin aneka produk mainan yang selama ini kesulitan mendapatkan
bahan baku kayu juga bisa datang ke pasar lelang, karena panitia
pasar lelang Disperindag Bali akan mengundang pedagang kayu
asal Jawa Timur.
"Kami sudah menjajagi pengusaha kayu asal Jawa Timur
agar hadir pada pasar lelang nanti, guna menawarkan kayu albesia
yang banyak diperlukan perajin Bali dalam memenuhi pesanan
dari luar negeri," kata Wijaya.
Kehadiran pengusaha kecil dan kerjinan Bali dalam arena pasar
lelang, diharapkan dapat menunjang produksi maupun pemasaran
hasil kerajinan ke mancanegara, sehingga akan menambah perolahan
devisa nonmigas daerah ini.
Nilai ekspor nonmigas Bali melaju dengan menggembirakan seperti
selama Januari 2008 mencapai 41,6 juta dolar AS, atau naik
17,4 persen jika dibandingkan perolehan devisa awal 2006 tercatat
35,4 juta dolar.
"Perolehan devisa tersebut cukup menggembirakan karena
biasanya perdagangan suvenir ke luar negeri di awal tahun
agak sepi, dan dengan adanya pasar lelang nanti akan bertambah
besar lagi," kata dia berharap.
Pasar lelang agro Bali yang pelaksanaannya dimulai Maret 2008
sudah berhasil mentransaksikan sejumlah komoditi pertanian
seperti kemiri, kopra, rumput laut dan ternak sapi potong,
seluruhnya bernilai Rp 16,2 milyar. *ant