24 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

Denpasar (BisnisBali) - Situasi yang serba sulit belakangan ini tak menyurutkan komitmen Koperasi Krama Bali (KKB) dalam memberdayakan ekonomi krama Bali.

Memasuki usia ke-3, KKB dengan segala kekuatan yang ada terus berusaha secara maksimal melaksanakan perannya untuk memperkokoh pondasi ekonomi Bali dalam rangka ajeg Bali.

“KKB dibentuk atas dasar rasa jengah krama Bali untuk berperan aktif dalam membangkitkan perekonomian Bali. Kerja keras dan komitmen menjadi modal utama KKB untuk mewujudkan tujuan tersebut,” ujar Ketua KKB Satria Naradha saat rapat anggota tahunan (RAT) KKB tahun buku 2007 di wantilan Gedung Pers K. Nadha, Sabtu (22/3) lalu.

RAT dihadiri seluruh pengurus dan badan pengawas serta perwakilan anggota dari seluruh Bali. RAT juga dihadiri Kasubdin Simpan Pinjam Dinas Koperasi Propinsi Bali I Gusti Ketut Maruta.

Ditegaskan Satria Naradha, selama ini komitmen para pejabat pemerintahan dan pengusaha besar dalam memberdayakan sektor usaha kecil masih sekadar wacana atau hanya setengah hati. Hal ini secara tidak langsung ikut mempengaruhi kinerja KKB.

Sejauh ini masih banyak anggota yang belum memanfaatkan KKB secara maksimal baik itu produk kredit maupun store. Kalau saja 11.000 anggota KKB mau berbelanja di KKB, maka akan dapat dibangun satu kekuatan baru yang mampu bersaing dengan pengusaha yang sebelumnya telah menekuni bidang tersebut.

Ke depan, katanya, KKB akan membantu pelaku-pelaku usaha mikro kecil yang ada di pedesaan dengan ikut penyertaan di perusahaan besar. Hal ini dilakukan agar usaha yang dimiliki bisa terlindungi. KKB berencana menggaet usaha besar yang memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi PK dan M Propinsi Bali melalui Kasubdin Simpan Pinjam I Gusti Ketut Maruta merasa bangga dengan perkembangan KKB. Dalam usia yang masih balita, KKB telah mampu menunjukkan perannya dalam memberdayakan ekonomi krama Bali.

Ia mengatakan maju dan mundurnya koperasi akan banyak ditentukan oleh pengurus, pengawas dan anggota. Semua anggota yang ada harus memanfaatkan koperasinya secara maksimal.

Berdasarkan laporan pengurus KSU Krama Bali, volume kredit untuk unit simpan pinjam tahun 2007 mencapai Rp 4.674.971.831,33 atau meningkat sekitar 37 persen dari tahun 2006 yang mencapai Rp 3.405.667.476.

Sementara volume simpanan tahun 2007 mencapai Rp 7.666.812.682,58 atau menurun 0,3 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 7.689.635.589. Unit simpan pinjam tahun 2007 mencapai laba sebesar Rp 135.690.780.

Sementara unit perdagangan volume penjualan tahun 2007 mencapai Rp 2.465.617.270. Volume penjualan unit jasa boga tahun 2007 sebesar Rp 565.203.698,08. Sedangkan volume penjualan apotek sebesar Rp 308.010.870.

Dalam RAT tersebut berbagai masukan diberikan sejumlah anggota dalam upaya mendukung penguatan ekonomi Bali. Usai tanya jawab, semua perwakilan anggota menyatakan menerima pertanggungjawaban pengurus untuk tahun 2007 ini. Juga dilakukan pengundian door prize untuk 25 item bingkisan. *bia

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost