Denpasar (BisnisBali) –Sampai saat ini, Bali
masih menjadi barometer penjualan berbagai produk elektronik
berteknologi tinggi. Tingginya daya serap masyarakat Bali
terhadap berbagai teknologi ini, menjadi salah satu alasan
kenapa Bali menjadi pasar potensial kamera digital.
Seperti dikatakan Agus, bagian penjualan salah satu toko elektronik
di Denpasar, Minggu (23/3) kemarin. Dari dua daerah potensial
lainnya seperti Jakarta dan Surabaya, Bali termasuk salah
satu pasar yang diincar para produsen kamera digital.
Sebagai daerah pariwisata yang menawarkan objek wisata yang
indah, Bali sangat potensial untuk perkembangan penjualan
kamera digital. Ditambah lagi, teknologi kamera digital kini
terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.
“Produsen tak berani menyepelekan potensi daerah ini,
apalagi warga Bali kini makin paham betapa pentingnya peralihan
teknologi dalam dunia fotografi,” paparnya.
Perkembangan teknologi kamera digital di dunia saat ini, imbuhnya,
makin diramaikan dengan bermunculannya pemain baru. Terbukti,
berbagai merek kamera banyak bermunculan.
Harga jual yang ditawarkan pun bervariasi dengan keunggulan
tersendiri sehingga masyarakat tertarik untuk membeli. Industri
ponsel kini melirik kamera digital sebagi andalan fitur selain
sarana telekomunikasi.
“Bukti nyata di pasaran saat ini, salah satu merek ponsel
terkenal sedang gencar meluncurkan ponsel kamera dengan ketajaman
gambar 5 mp. Ini berarti ponsel sama saja fungsinya untuk
kamera digital,” ujarnya.
Persaingan ketat ini, menurutnya, bukannya tanpa alasan. Kemajuan
teknologi makin menyatukan perangkat-perangkat elektronik
menjadi sebuah perangkat yang multifungsi. Ini artinya tidak
perlu berpengalaman dalam industri kamera untuk bisa bermain
dan merebut pasar pengguna kamera.
Dede dan Ketut, karyawan kamera digital lainnya sependapat.
Bali potensial sebagai pasar penjualan kamera digital. Buktinya,
angka penjualan kamera digital kini sudah mulai menggeser
penjualan kamera analog. Di kelas profesional pun kamera konvensional
juga sudah tergeser.
“Untuk kamera profesional, pergeseran ke digital bahkan
sudah mencapai 50 persen lebih. Demikian pula untuk kelas
di bawahnya karena kamera digital berharga murah berkisar
Rp 1,3 juta sudah banyak diluncurkan,” ungkapnya.
Sementara itu Naila, pemilik ponsel kamera mengatakan, ia
lebih senang membeli ponsel berkamera dibandingkan khusus
kamera digital. Ini berkaitan erat dengan purnajual dan servis
yang berbeda antara handphone dan ponsel.
Teknisi ponsel relatif sudah ada di mana-mana, sedangkan kamera
digital belum ada. Kebanyakan setiap kamera digital yang rusak
akan dikirim ke luar negeri seperti Singapura dan Jepang.
“Garansi memang diberikan, namun tidak lama. Sementara,
rata-rata kamera digital hanya bergaransi satu tahun. Setelah
satu tahun penggunaan biasanya dijumpai kerusakan di sana-sini
pada kamera digital,” tuturnya. *dik