24 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

Bali Pasar Potensial Kamera Digital
Denpasar (BisnisBali) –Sampai saat ini, Bali masih menjadi barometer penjualan berbagai produk elektronik berteknologi tinggi. Tingginya daya serap masyarakat Bali terhadap berbagai teknologi ini, menjadi salah satu alasan kenapa Bali menjadi pasar potensial kamera digital.

Seperti dikatakan Agus, bagian penjualan salah satu toko elektronik di Denpasar, Minggu (23/3) kemarin. Dari dua daerah potensial lainnya seperti Jakarta dan Surabaya, Bali termasuk salah satu pasar yang diincar para produsen kamera digital.

Sebagai daerah pariwisata yang menawarkan objek wisata yang indah, Bali sangat potensial untuk perkembangan penjualan kamera digital. Ditambah lagi, teknologi kamera digital kini terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.

“Produsen tak berani menyepelekan potensi daerah ini, apalagi warga Bali kini makin paham betapa pentingnya peralihan teknologi dalam dunia fotografi,” paparnya.

Perkembangan teknologi kamera digital di dunia saat ini, imbuhnya, makin diramaikan dengan bermunculannya pemain baru. Terbukti, berbagai merek kamera banyak bermunculan.

Harga jual yang ditawarkan pun bervariasi dengan keunggulan tersendiri sehingga masyarakat tertarik untuk membeli. Industri ponsel kini melirik kamera digital sebagi andalan fitur selain sarana telekomunikasi.

“Bukti nyata di pasaran saat ini, salah satu merek ponsel terkenal sedang gencar meluncurkan ponsel kamera dengan ketajaman gambar 5 mp. Ini berarti ponsel sama saja fungsinya untuk kamera digital,” ujarnya.

Persaingan ketat ini, menurutnya, bukannya tanpa alasan. Kemajuan teknologi makin menyatukan perangkat-perangkat elektronik menjadi sebuah perangkat yang multifungsi. Ini artinya tidak perlu berpengalaman dalam industri kamera untuk bisa bermain dan merebut pasar pengguna kamera.

Dede dan Ketut, karyawan kamera digital lainnya sependapat. Bali potensial sebagai pasar penjualan kamera digital. Buktinya, angka penjualan kamera digital kini sudah mulai menggeser penjualan kamera analog. Di kelas profesional pun kamera konvensional juga sudah tergeser.

“Untuk kamera profesional, pergeseran ke digital bahkan sudah mencapai 50 persen lebih. Demikian pula untuk kelas di bawahnya karena kamera digital berharga murah berkisar Rp 1,3 juta sudah banyak diluncurkan,” ungkapnya.

Sementara itu Naila, pemilik ponsel kamera mengatakan, ia lebih senang membeli ponsel berkamera dibandingkan khusus kamera digital. Ini berkaitan erat dengan purnajual dan servis yang berbeda antara handphone dan ponsel.

Teknisi ponsel relatif sudah ada di mana-mana, sedangkan kamera digital belum ada. Kebanyakan setiap kamera digital yang rusak akan dikirim ke luar negeri seperti Singapura dan Jepang.

“Garansi memang diberikan, namun tidak lama. Sementara, rata-rata kamera digital hanya bergaransi satu tahun. Setelah satu tahun penggunaan biasanya dijumpai kerusakan di sana-sini pada kamera digital,” tuturnya. *dik

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost