Denpasar (BisnisBali) –Kapal Motor Penyeberangan
Nusa Makmur yang kandas dalam pelayaran dari Pelabuhan Gilimanuk,
Bali, menuju Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil diselamatkan,
terlepas dari "cengkeraman" batu karang.
"Kapal feri itu hanya 'duduk manis' di atas batu karang,
sehingga ketika perairan pasang, dapat dengan mudah ditarik
ke laut dalam," kata Manager Operasi PT (Persero) Angkutan
Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Gilimanuk, Aspar Silaban,
Sabtu pagi (22/3) lalu.
Ketika dihubungi dari Denpasar, disebutkan, kapal milik PT
Putra Master yang kandas Jumat (21/3) sore itu berhasil lepas
dari "cengkeraman" batu karang pada malam harinya,
setelah 51 penumpang di-evakuasi terlebih dahulu.
"Kita bersyukur tak terjadi apa-apa, seluruh penumpang
selamat. Upaya evakuasi dan penarikan kapal feri itu juga
tidak mengalami kendala berarti," katanya seraya menjelaskan,
posisi kandas sekitar 800 meter utara lampu suar merah Gilimanuk.
KMP Nusa Makmur berbobot 400 gross ton (GT) itu tak berhasil
dikendalikan oleh nakhoda, keluar dari lintasan Gilimanuk-Ketapang
akibat cuaca buruk berupa gelombang pasang dan tiupan angin
kencang yang melanda kawasan Selat Bali secara tiba-tiba.
Menurut Aspar, KMP Nusa Makmur yang mengangkut satu unit bus
besar, enam truk sedang, sebelas kendaraan kecil (sedan dan
sejenisnya), serta 17 unit sepeda motor, setelah berhasil
diselamatkan langsung kembali ke dermaga Gilimanuk.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan tak ditemukan kerusakan
berarti, malam itu juga kembali dioperasikan guna mengangkut
kendaraan yang sudah dibawanya ditambah penumpang tambahan
menuju Pelabuhan Ketapang.
Arus Balik Bertahap
Sejak sehari menjelang libur panjang Kamis (20/3), arus
penumpang dari Ketapang menuju Gilimanuk melimpah, sampai
terjadi antrean panjang, sebagian besar rombongan wisatawan
domestik dari Pulau Jawa dan Sumatera yang menggunakan mobil
pribadi maupun bus wisata.
Aspar memperkirakan arus balik wisatawan dari Bali ke Jawa
itu akan terjadi mulai Sabtu malam dan puncaknya Minggu
(23/3). "Saat ini penumpang sepi, kami perkirakan puncak
arus balik dalam dua hari itu," katanya.
Ia berharap arus balik wisatawan dari Bali dapat berlangsung
bertahap, sehingga tidak kembali terjadi antrean panjang
seperti saat keberangkatan, hingga memenuhi Pelabuhan Ketapang
dan membentuk deretan kendaraan hingga lebih dua kilometer.
Para pengemudi kendaraan pribadi maupun bus wisata diharapkan
dapat memperkirakan waktu menyeberang di Gilimanuk pada
siang hari, sehingga tidak menumpuk bersamaan dengan bus
reguler yang biasa menyeberang sekitar tengah malam. *ant