24 Maret 2008  
Home
Berita Terkini

 

Denpasar (BisnisBali) –Kapal Motor Penyeberangan Nusa Makmur yang kandas dalam pelayaran dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil diselamatkan, terlepas dari "cengkeraman" batu karang.

"Kapal feri itu hanya 'duduk manis' di atas batu karang, sehingga ketika perairan pasang, dapat dengan mudah ditarik ke laut dalam," kata Manager Operasi PT (Persero) Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Gilimanuk, Aspar Silaban, Sabtu pagi (22/3) lalu.

Ketika dihubungi dari Denpasar, disebutkan, kapal milik PT Putra Master yang kandas Jumat (21/3) sore itu berhasil lepas dari "cengkeraman" batu karang pada malam harinya, setelah 51 penumpang di-evakuasi terlebih dahulu.

"Kita bersyukur tak terjadi apa-apa, seluruh penumpang selamat. Upaya evakuasi dan penarikan kapal feri itu juga tidak mengalami kendala berarti," katanya seraya menjelaskan, posisi kandas sekitar 800 meter utara lampu suar merah Gilimanuk.

KMP Nusa Makmur berbobot 400 gross ton (GT) itu tak berhasil dikendalikan oleh nakhoda, keluar dari lintasan Gilimanuk-Ketapang akibat cuaca buruk berupa gelombang pasang dan tiupan angin kencang yang melanda kawasan Selat Bali secara tiba-tiba.

Menurut Aspar, KMP Nusa Makmur yang mengangkut satu unit bus besar, enam truk sedang, sebelas kendaraan kecil (sedan dan sejenisnya), serta 17 unit sepeda motor, setelah berhasil diselamatkan langsung kembali ke dermaga Gilimanuk.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan tak ditemukan kerusakan berarti, malam itu juga kembali dioperasikan guna mengangkut kendaraan yang sudah dibawanya ditambah penumpang tambahan menuju Pelabuhan Ketapang.

Arus Balik Bertahap
Sejak sehari menjelang libur panjang Kamis (20/3), arus penumpang dari Ketapang menuju Gilimanuk melimpah, sampai terjadi antrean panjang, sebagian besar rombongan wisatawan domestik dari Pulau Jawa dan Sumatera yang menggunakan mobil pribadi maupun bus wisata.

Aspar memperkirakan arus balik wisatawan dari Bali ke Jawa itu akan terjadi mulai Sabtu malam dan puncaknya Minggu (23/3). "Saat ini penumpang sepi, kami perkirakan puncak arus balik dalam dua hari itu," katanya.

Ia berharap arus balik wisatawan dari Bali dapat berlangsung bertahap, sehingga tidak kembali terjadi antrean panjang seperti saat keberangkatan, hingga memenuhi Pelabuhan Ketapang dan membentuk deretan kendaraan hingga lebih dua kilometer.

Para pengemudi kendaraan pribadi maupun bus wisata diharapkan dapat memperkirakan waktu menyeberang di Gilimanuk pada siang hari, sehingga tidak menumpuk bersamaan dengan bus reguler yang biasa menyeberang sekitar tengah malam. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost