135 Usaha di Tabanan Berpotensi Dapat Hibah Pariwisata

Sebanyak 70 persen dari alokasi bantuan hibah pariwisata di Kabupaten Tabanan yang totalnya mencapai Rp 7.443.100.000, berpotensi hanya diterima oleh 135 pengusaha hotel dan restoran.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sebanyak 70 persen dari alokasi bantuan hibah pariwisata di Kabupaten Tabanan yang totalnya mencapai Rp 7.443.100.000, berpotensi hanya diterima oleh 135 pengusaha hotel dan restoran. Sisanya atau 25 persen akan dialokasikan untuk 24 desa wisata yang ada di Kabupaten Tabanan dan 5 persen untuk operasional pemerintah daerah.

“Saat ini dari total 491 pelaku usaha hotel dan restoran yang ada di Tabanan, data sementara baru tercatat 135 pengusaha hotel dan restoran saja yang berpotensi mendapatkan hibah pariwisata dari alokasi 70 persen,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Gede Sukanada, Rabu (21/10) kemarin.

Menurutnya, data ini masih akan terus di-update oleh Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dengan mengacu pada syarat atau ketentuan yang ditetapkan pusat sebagai penerima bantuan hibah pariwisata. Ketentuan tersebut di antaranya, mewajibkan pelaku usaha pariwisata harus taat membayar pajak terhitung mulai 2019 hingga tahun ini atau tidak ada tunggakan yang dibuktikan dengan bukti pajak. Selain itu, usaha bersangkutan harus tetap buka atau beroperasi sampai dengan Agustus 2020, dan ketentuan lainnya adalah mempunyai izin usaha pariwisata.

Kata mantan Camat Kerambitan ini, update data ini diupayakan secepatnya rampung, karena pihaknya juga berharap secepatnya melaporkan realisasi kerja anggaran (RKA) ke pusat. Meski begitu, pihaknya juga sangat berhati-hati untuk menentukan pembagian hibah ini agar tidak menimbulkan kecemburuan di antara pelaku usaha. “Kami memang mohonkan untuk pengecekan data pelaku usaha ini di Bakeuda, karena di sana yang mengetahui terkait daftar wajib pajak hingga penunggak pajak sesuai ketentuan yang ditentukan sebagai penerima hibah,” ujarnya.

Di sisi lain, untuk alokasi 25 persen dari total dana hibah pariwisata akan dialokasi ke desa wisata di Kabupaten Tabanan yang sudah mengantongi status desa wisata berdasarkan SK dari Bupati Tabanan. Alokasi hibah untuk desa wisata ini mengacu pada menu template dari pusat terkait pemanfaatan hibah pariwisata dan saat ini jumlah desa wisata di Tabanan yang sudah mengantongi SK adalah mencapai 24 desa.

“Bercermin dari itu, maka 24 desa wisata dipastikan mendapatkan alokasi hibah. Sedangkan untuk hibah ke daya tarik wisata (DTW) yang juga terkena dampak pandemi mungkin oleh pemerintah pusat akan dialokasikan pada program berikutnya,” ujarnya.

Nantinya bantuan hibah pariwisata ini akan ditransfer langsung ke rekening pelaku usaha dan pengelola desa wisata masing-masing. Sementara untuk besaran atau nilai yang didapat oleh masing-masing pelaku usaha akan berbeda-beda, salah satunya mengacu pada besaran pajak yang dibayarkan selama ini.

Sementara itu, Kepala Bakeuda Tabanan, I Dewa Ayu Sri Budiarti mengungkapkan, untuk proses penentuan penerima hibah pariwisata dikoordinasikan oleh Dinas Pariwisata dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabanan untuk melakukan pengecekan ke lapangan. Semantara pihaknya, melakukan pendataan WP terkait ketaatan membayar pajak yang menjadi ketentuan ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai penerima hibah pariwisata. *man

BAGIKAN