109 Ribu UMKM Telah Terima BPUM

Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang tahun ini kembali diluncurkan, sudah dirasakan oleh sebagian pelaku usaha mikro atau UMKM.

GERABAH - Seorang perajin membuat gerabah di Binoh, Denpasar. Di masa pandemi Covid-19, stimulus dari pemerintah sangat diharapkan UMKM. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang tahun ini kembali diluncurkan, sudah dirasakan oleh sebagian pelaku usaha mikro atau UMKM. Sejauh ini, ada 109 ribu UMKM tercatat telah menerima bantuan yang bertujuan mampu menggerakkan usahanya di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, Kamis (22/4), mengatakan ┬ápelaku UMKM yang sudah mendapatkan bantuan tersebut merupakan mereka yang telah mengajukan pada tahun 2020. Dikatakannya, tahun 2020 ada sekitar 335 ribu UMKM yang mengajukan program BPUM, namun hanya 216 ribu lebih UMKM yang telah mendapatkannya. “Untuk tahun ini bantuan sudah dicairkan kepada sekitar 109 ribu pelaku UMKM,” terangnya.

Lebih lanjut Mardiana mengungkapkan, bagi pelaku UMKM yang telah mendapatkan program BPUM pada tahun 2020 lalu, tahun ini juga masih diberikan kesempatan untuk menerima kembali bantuan tersebut. Pelaku UMKM bisa mengajukan kembali program BPUM yang tahun ini pengajuannya satu pintu di Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten/kota masing-masing.

Persyaratan masih sama seperti sebelumnya. Di antaranya NIK, KK, Surat Keterangan Usaha, pendaftar tidak sedang menerima kredit program (KUR) serta tidak memiliki tabungan yang lebih dari Rp 2 juta.

Hanya saja, kata Mardiana, besaran bantuan yang diterima untuk program BPUM tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini nilai yang diterima hanya Rp 1,2 juta, sementara tahun sebelumnya tahun sebelumnya mencapai Rp 2,4 juta. “Termasuk yang sudah cair belum lama ini mengikuti nilai yang ditentukan tahun ini yaitu Rp 1,2 juta,” ungkapnya.

Berdasarkan data pusat, secara nasional ada sekitar 12,8 juta pelaku UMKM yang berkesempatan mendapatkan program BPUM tahun ini. Di Bali, ada 340 ribu UMKM yang telah terdata. Diharapkan 335 ribu UMKM yang mendaftar di tahun 2020 kembali mendapatkan di tahun ini. Demikian bagi yang belum mendaftar, Mardiana mengharapkan bisa segera mendaftarkan diri yang batas akhir pendaftaran hingga akhir April ini. *wid

BAGIKAN