105 Unit Trans Metro Dewata Siap Beroperasi, Tarif Gratis hingga Akhir Tahun

Kementerian Perhubungan RI menghibahkan 105 unit armada transportasi darat berupa bus Trans Metro Dewata kepada Pemerintah Provinsi Bali.

PERESMIAN - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi saat meresmikan Trans Metro Dewata ditandai dengan pemotongan pita, Senin (7/9) kemarin.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kementerian Perhubungan RI menghibahkan 105 unit armada transportasi darat berupa bus Trans Metro Dewata kepada Pemerintah Provinsi Bali. Angkutan umum untuk masyarakat ini akan beroperasi di empat kabupaten/kota di Bali, dengan 4 koridor.

Peluncuran Trans Metro Dewata digelar di area parkir Pasar Badung, Senin (7/9) sore. Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster, Direktur Jenderal (Dirjen)  Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi, Sekda Kota Denpasar A.A. Rai Iswara serta undangan lainnya.

Rute yang akan dilintasi oleh Trans Metro Dewata, di antaranya, Terminal Pesiapan (Tabanan) – Cetral Parkir (Kuta, Badung), Matahari Terbit (Denpasar) – Dalung Permai (Badung), Ubud (Gianyar) – Terminal Ubung (Denpasar) dan GOR Ngurah Rai (Denpasar) – Bandara Ngurai Rai (Badung). Trans Metro Dewata ini dapat diakses melalui aplikasi yang diberi nama Teman Bus (Transportasi Ekonomis Mudah, Andal dan Nyaman).

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi dalam kesempatan tersebut mengatakan, Bali menjadi wilayah ketiga setelah peresmian dilakukan di Solo dan Palembang. Salah satu tujuan dari peresmian alat transportasi umum ini yaitu adanya perubahan tradisi masyarakat untuk memiliki ketergantungan terhadap transportasi umum. “Salah satu parameter di negara maju yaitu ketergantungan masyarakatnya terhadap kendaraan umum,” ujarnya.

Dengan beralihnya masyarakat menggunakan kendaraan umum, lanjut Budi Setiyadi, pergerakan ekonomi menjadi bagus dan kemacetan bisa dikurangi. Bahkan dikatakannya, hingga akhir Desember nanti, masyarakat tidak dikenakan biaya alias gratis untuk penggunaan Trans Metro Bali.

Sementara itu,  Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, keberadaan transportasi umum masih harus lebih gencar disosialisasikan kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan minat masyarakat Bali terhadap transportasi umum masih rendah yang dipengaruhi ruang lingkup kecil serta jarak antara wilayah tidak terlalu jauh. “Untuk itu, saya mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk mendorong masyarakatnya menggunakan transportasi umum ini. Terlebih diberikan gratis hingga akhir tahun nanti,” ungkapnya.

Gubernur Koster juga mengapresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap Bali. Sebanyak 105 unit armada angkutan umum yang diberikan untuk Bali, kata dia, sangat luar biasa. *wid

BAGIKAN