1.168 Pedagang di Pasar Seni Kuta Kehilangan Mata Pencaharian

Kuta yang merupakan salah satu pusat pariwisata Bali tentu sangat terdampak dalam Pandemi Covid-19 ini.

 Kawasan Kuta yang mulai lenggang.

Mangupura (bisnisbali.com) –Kuta yang merupakan salah satu pusat pariwisata Bali tentu sangat terdampak dalam Pandemi Covid-19 ini. Seperti halnya Pasar Seni yang sudah ditutup membuat 1.168 pedagang kehilangan mata pencahariannya.

Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista saat ditemui belum lama ini mengatakan, sejak 21 Maret lalu Pasar Seni Kuta sudah ditutup. Selain dikarenakan sepi kunjungan yang sudah mulai terasa sejak awal Maret lalu, larangan berkumpul dan keramaian sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 menjadi alasan pasar yang menjual berbagai kerajinan dan produk khas Bali ini ditutup.

Hal ini membuat sebagian besar mata pencaharian masyarakat di wilayah Desa Adat Kuta bergantung pada industri pariwisata hilang. “Kondisi ini sangat membuat masyarakat terpuruk dan kewalahan untuk memenuhi kebutuhan makan serta operasional sehari-hari,” ungkapnya.

Berbagai upaya pun mulai dipikirkan oleh prajuru adat dalam menjaga kelangsungan hidup masyarakat, salah satunya penyaluran sembako kepada seluruh masyarakat Desa Adat Kuta. “Kami bekerja sama dengan LPD Desa Adat Kuta untuk menyalurkan sembako kepada seluruh masyarakat sebanyak 2.268 KK,” terangnya.

Pemberian bantuan ini dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mengingat pandemi Covid-19 serta dampak yang ditimbulkan belum diketahui sampai kapan akan berakhir. “Masyarakat Kuta yang sangat bergantung pada sektor pariwisata tentu saat ini tidak ada pemasukan. Toko-toko yang dimiliki pada tutup, kos-kosan juga sepi, sehingga bantuan sangat dibutuhkan,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN